Pencarian

KAI Layani 258,99 Juta Pelanggan Semester I 2026, Pendapatan Rp18 Triliun

Selasa, 29 September 2026 • 06:03:31 WIB
KAI Layani 258,99 Juta Pelanggan Semester I 2026, Pendapatan Rp18 Triliun
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan capaian kinerja perusahaan dalam peringatan HUT ke-81 KAI di Kantor Pusat KAI, Bandung, Senin (28/9).

LINEPERISTIWA.COM — KAI Group melayani 258.993.359 pelanggan sepanjang Semester I 2026, naik 7,55 persen dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai 240.805.920 orang. Lonjakan ini menegaskan pemulihan mobilitas masyarakat sekaligus menjadi modal perusahaan memperkuat bisnis angkutan penumpang dan barang. Pendapatan konsolidasi KAI pada periode yang sama menembus sekitar Rp18 triliun.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pertumbuhan jumlah pelanggan yang signifikan sepanjang paruh pertama 2026. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyebut capaian itu sebagai modal untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis perusahaan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 KAI yang digelar melalui upacara di Kantor Pusat KAI, Bandung, Senin (28/9). Tahun ini KAI mengusung tema "Semakin Melayani" sebagai arah transformasi perusahaan.

Pendapatan Konsolidasi Tembus Rp18 Triliun

Pada periode yang sama, pendapatan konsolidasi KAI mencapai sekitar Rp18 triliun. Angka itu diraih seiring pertumbuhan layanan angkutan penumpang dan barang yang terus meningkat.

Bobby menegaskan pertumbuhan pelanggan membawa tanggung jawab yang lebih besar bagi perusahaan. Menurut dia, kebutuhan mobilitas yang terus naik harus dijawab melalui peningkatan kapasitas dan keandalan layanan, penguatan sarana dan prasarana, serta pengutamaan keselamatan dan integrasi antarmoda.

KAI juga mengembangkan sumber pendapatan di luar angkutan penumpang. Langkah itu ditempuh melalui optimalisasi aset, pengembangan kawasan, dan penciptaan sumber pendapatan baru.

Transformasi Layanan dan Revitalisasi Stasiun

Transformasi KAI dijalankan lewat sejumlah program. Selain peningkatan layanan kereta api, perusahaan merevitalisasi stasiun, mengembangkan layanan pariwisata melalui The Nusantara Explorer, serta memanfaatkan aset untuk mendukung hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik.

"Ke depan, setiap investasi dan transformasi harus semakin memperkuat KAI sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Inilah makna 'Semakin Melayani' yang kita wujudkan bersama," kata Bobby.

Memasuki usia ke-81, KAI membawa visi mendorong terciptanya ekosistem layanan kereta api yang efisien dan berkelanjutan menuju operator kelas dunia. Visi itu diarahkan untuk mengembangkan layanan perkeretaapian yang efisien, terintegrasi, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Peran Kereta Api untuk Logistik Nasional

Selain mengembangkan layanan penumpang, KAI memperkuat peran angkutan kereta api dalam mendukung logistik nasional. Perusahaan menargetkan layanan transportasi dan logistik berbasis kereta api yang efisien, andal, dan terintegrasi untuk membantu menurunkan biaya logistik nasional.

Peran itu sejalan dengan posisi kereta api sebagai tulang punggung distribusi barang antarwilayah. Jalur kereta api pertama Semarang–Tanggung mulai dibangun pada 17 Juni 1864, sebelum berkembang menjadi bagian penting dalam mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.

EduTrain Raih Rekor MURI

Peringatan HUT ke-81 KAI ditandai dengan pemberian penghargaan rekor MURI kepada program EduTrain dengan peserta terbanyak menggunakan Whoosh. Program itu merupakan hasil kolaborasi KAI dan KCIC yang memperkenalkan transportasi modern kepada anak-anak panti asuhan melalui pengalaman menggunakan Kereta Cepat Whoosh.

EduTrain dilaksanakan dalam dua batch, yakni pada rangkaian HUT Kemerdekaan RI ke-81 dan HUT KAI ke-81. Peserta mengikuti perjalanan edukatif, sesi interaktif mengenai KAI dan transportasi publik, kelas inspiratif, pengenalan teknologi dan layanan Whoosh, serta berbagai permainan edukatif.

"Kami berharap pengalaman perjalanan ini membuka wawasan anak-anak mengenai perkembangan transportasi Indonesia sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus belajar dan berani meraih cita-cita," ujar Bobby.

Sejarah perkeretaapian Indonesia sendiri telah berlangsung 159 tahun. Tanggal 28 September 1945 menjadi tonggak penting ketika para pekerja kereta api Indonesia mengambil alih penguasaan perkeretaapian dari tangan penjajah, peristiwa yang kemudian diperingati sebagai Hari Kereta Api.

"Atas nama Direksi, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh Insan KAI Group dan keluarga atas kerja keras, dedikasi, dan dukungan yang telah diberikan. Mari kita jadikan HUT ke-81 ini sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan, menjaga keselamatan, meningkatkan kinerja, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," kata Bobby.

Pertumbuhan pelanggan 7,55 persen menempatkan KAI pada jalur ekspansi yang solid. Dengan pendapatan konsolidasi Rp18 triliun di paruh pertama 2026, perusahaan memiliki ruang untuk mempercepat investasi di sektor layanan, logistik, dan pengembangan aset terintegrasi transportasi publik.

Sumber: ekonomi.republika.co.id

Follow lineperistiwa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks