Pencarian

BEI Ingatkan Pembobolan Akun Investor Masih Terjadi, Ini Titik Lemahnya

Minggu, 08 November 2026 • 06:03:01 WIB
BEI Ingatkan Pembobolan Akun Investor Masih Terjadi, Ini Titik Lemahnya
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy menyampaikan peringatan mengenai pembobolan akun investor dalam acara CMSE 2026.

LINEPERISTIWA.COM — Bursa Efek Indonesia mencatat pembobolan akun sekuritas investor masih berlangsung hingga tahun ini setelah marak sepanjang 2025. Kelalaian menjaga kredensial akses disebut sebagai penyebab utama, mulai dari kata sandi lemah hingga berbagi password dengan orang lain.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, menyatakan kasus pembobolan akun nasabah tidak berhenti di 2025. Praktik penjualan saham tanpa sepengetahuan pemilik akun masih ditemukan pada periode berjalan.

Menurut Irvan, akar masalahnya ada pada kelalaian investor sendiri dalam mengelola akses akun sekuritas. Banyak pemilik akun tidak pernah mengganti kata sandi atau memilih password yang mudah ditebak.

Kata Sandi Lemah dan Perangkat yang Tidak Dijaga

Irvan menyoroti dua celah utama: kualitas kata sandi dan keamanan perangkat elektronik yang dipakai untuk bertransaksi. Perangkat yang tidak dijaga membuka ruang bagi pihak dengan niat buruk untuk mengakses akun.

Pembagian kata sandi kepada orang lain juga disebut memperbesar risiko penyalahgunaan. Irvan menyebut praktik itu mencakup asisten pribadi, sekretaris, hingga pasangan.

"Saya dari Bursa Efek Indonesia berharap teman-teman investor, tolong dijaga dengan hati-hati perangkat elektroniknya, akun elektroniknya, kalau tidak menjadi sasaran dari para orang-orang yang berniat dengan tidak baik," kata Irvan dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026, Sabtu (7/11/2026).

Apa yang Berubah bagi Investor Jika Akun Dibobol

Dampak paling langsung dari pembobolan akun adalah penjualan saham tanpa persetujuan pemilik. Investor bisa kehilangan posisi di saham tertentu tanpa pernah memberi instruksi jual kepada sekuritas.

Bagi pelaku pasar, kasus semacam ini menambah beban di luar risiko pergerakan harga. Kerugian tidak lagi hanya soal IHSG turun atau saham melemah, tetapi juga soal akses akun yang tidak terjaga.

Irvan menempatkan pengamanan akun sebagai tanggung jawab pribadi investor, bukan semata urusan sistem sekuritas. Pesannya sederhana: jaga perangkat, jaga akun elektronik, dan jangan bagikan kredensial ke siapa pun.

Langkah Praktis Menutup Celah Pembobolan

Dari penjelasan BEI, ada beberapa titik yang bisa langsung diperbaiki investor tanpa menunggu aturan baru. Perubahan kecil pada kebiasaan pengelolaan akun disebut cukup untuk mempersempit ruang penyalahgunaan.

  • Ganti kata sandi akun sekuritas secara berkala, jangan pakai kombinasi yang mudah ditebak.
  • Jangan membagikan password kepada siapa pun, termasuk asisten pribadi, sekretaris, atau pasangan.
  • Jaga perangkat elektronik yang dipakai mengakses akun agar tidak jatuh ke tangan pihak lain.
  • Periksa riwayat transaksi akun untuk mendeteksi instruksi jual yang tidak pernah diberikan.

Peringatan BEI ini muncul di tengah upaya bursa memperluas basis investor ritel domestik. Semakin banyak akun baru yang dibuka, semakin besar pula permukaan serangan bagi pihak yang mencoba menyalahgunakan akses.

Bagi investor yang sudah aktif, pengecekan rutin terhadap portofolio dan riwayat order menjadi pengaman paling murah. Transaksi jual yang tidak dikenali sebaiknya segera dilaporkan ke sekuritas dan BEI.

Sumber: ekbis.sindonews.com

Follow lineperistiwa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks