LINEPERISTIWA.COM — Indeks Nasdaq Composite kehilangan 993,33 poin atau 3,86% ke level 24.743,18 pada Kamis (5/11/2026) pukul 22.21 WIB, saat sesi perdagangan Amerika Serikat masih berjalan. Aksi jual terpusat di saham teknologi, chip, dan pusat data, sehari setelah reli pasca pemilu sela yang mengangkat Dow Jones 3,03%. Bitcoin bergerak searah, melemah 4,18% ke sekitar US$77.042 pada waktu yang sama.
Penurunan Nasdaq malam itu merupakan yang paling dalam di antara tiga indeks utama Wall Street. S&P 500 turun 177,43 poin atau 2,31% ke 7.511,19, sementara Dow Jones yang lebih banyak dihuni saham non-teknologi turun 685 poin atau 1,28% ke 52.671,12. Data mengacu pada Yahoo Finance per pukul 22.21 WIB.
Dow Jones masih berada di atas level penutupan Selasa di 51.786,72, sebelum reli pemilu sela. Artinya, koreksi terbesar memang terjadi di indeks yang padat saham teknologi, bukan di seluruh pasar secara merata.
Imbal Hasil Obligasi Tidak Jadi Pemicu
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun justru sedikit turun ke 4,87% dari 4,89% pada pukul 22.06 WIB. Tekanan jual malam itu tidak berasal dari lonjakan imbal hasil obligasi, yang biasanya menjadi pemicu utama koreksi saham teknologi.
Kontrak berjangka Nasdaq-100 turun 4,29% pada pukul 22.11 WIB, lebih dalam dari indeks acuannya. ETF QQQ yang melacak Nasdaq-100 turun 4,46%, menandakan tekanan berlanjut ke instrumen turunan.
Kemenangan Demokrat dan Kegelisahan soal Infrastruktur AI
Partai Demokrat memenangkan kendali DPR dan Senat AS pada pemilu sela Selasa (3/11/2026). Pasar menyambut hasil itu dengan reli sehari kemudian, kecuali di saham chip dan pusat data.
Yahoo Finance dalam blog pasar langsungnya menulis saham chip dan pusat data termasuk yang paling tertinggal karena investor terus menimbang arti kemenangan Demokrat bagi belanja dan regulasi infrastruktur AI. Kekhawatiran itu berlanjut ke sesi Kamis.
Qualcomm anjlok setelah merilis laporan keuangan kuartalan. Analytics Insight melaporkan saham Qualcomm sudah turun sekitar 9,6% sebelum pasar dibuka karena pendapatan bisnis handset di bawah perkiraan.
Bitcoin dan Altcoin Tertekan Lebih Dalam
Harga bitcoin berada di sekitar US$77.042 pada pukul 22.21 WIB, turun 4,18% sejak pukul 07.00 WIB. Di Pintu, BTC tercatat sekitar Rp1,39 miliar atau turun 4,61% dalam 24 jam terakhir.
Altcoin besar melemah lebih dalam dari BTC. Dalam 24 jam terakhir, ETH turun 6,18%, SOL turun 6,37%, XRP turun 5,40%, dan DOGE turun 6,27%. COINx, versi tertokenisasi saham Coinbase, turun 9,03%.
Sampai pukul 22.21 WIB, belum ditemukan katalis khusus kripto di media yang diperiksa. Penurunan terjadi bersamaan dengan aksi jual saham teknologi, tetapi belum ada laporan yang menghubungkan keduanya secara langsung.
Emas Bergerak Berlawanan Arah
Di tengah aksi jual aset berisiko, emas bergerak ke arah sebaliknya. Kontrak berjangka emas di bursa AS naik 1,41% ke US$4.130,30 per troy ons, sementara XAUT yang mengacu pada harga emas naik 1,26% di Pintu.
Pola ini mencerminkan pergeseran alokasi ke aset lindung nilai saat investor mengurangi eksposur di saham teknologi dan kripto.
Yang Perlu Dicatat soal Angka di Pintu
Sebagian besar saham dan indeks di atas punya versi tertokenisasi di Pintu. QQQx mengacu pada ETF QQQ yang melacak Nasdaq-100, sedangkan SPYx mengacu pada ETF SPY yang melacak S&P 500. Token saham seperti NVDAx dan TSLAx termasuk aset token RWA yang harganya mengikuti aset acuan di bursa AS.
Angka di Pintu tidak sama persis dengan di bursa AS. Jendela 24 jam di Pintu ikut mencakup sesi Rabu malam, saat Nvidia sudah turun 3,17% dan Tesla turun 3,34%, ditambah perubahan kurs rupiah. Itu sebabnya penurunan token saham di Pintu terlihat lebih dalam.
Seluruh angka dalam artikel ini adalah data di tengah sesi. Bursa AS baru tutup Jumat (6/11/2026) pukul 04.00 WIB, sehingga besar penurunan di akhir hari bisa berbeda.