Pencarian

UNTR Tebar Dividen Interim Rp 1,47 T, Rp 430 per Saham

Kamis, 29 Oktober 2026 • 06:42:32 WIB
UNTR Tebar Dividen Interim Rp 1,47 T, Rp 430 per Saham
Ilustrasi saham PT United Tractors Tbk (UNTR) di Bursa Efek Indonesia.

LINEPERISTIWA.COM — PT United Tractors Tbk (UNTR) menetapkan dividen tunai interim Rp 430 per saham untuk tahun buku 2026, dengan total nilai antara Rp 1,45 triliun hingga Rp 1,48 triliun. Keputusan pembagian dividen anak usaha Grup Astra ini disetujui direksi dan dewan komisaris pada 27 Oktober 2026, meski laba perseroan tengah tertekan. Pemegang saham yang ingin mengejar dividen punya waktu terbatas hingga awal November mendatang.

Jakarta — Keputusan pembagian dividen interim PT United Tractors Tbk (UNTR) tertuang dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam surat koreksi jadwal dividen yang disampaikan pada Rabu (28/10), emiten alat berat dan pertambangan Grup Astra itu menyebut nilai dividen paling sedikit Rp 1,45 triliun dan paling banyak Rp 1,48 triliun.

Angka itu setara dengan sekitar 32,5% hingga 33,1% dari laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk hingga September 2026. Perbandingan tersebut merupakan ilustrasi berdasarkan angka yang tersedia, bukan rasio pembayaran dividen final untuk keseluruhan tahun buku 2026.

Jadwal Cum dan Ex Dividen

Investor yang ingin memperoleh hak atas dividen harus mencermati tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi yang ditetapkan pada 5 November 2026. Sehari berselang, 6 November 2026, saham UNTR masuk masa ex dividen di kedua pasar tersebut.

Cum dividen adalah tanggal terakhir bagi investor untuk membeli saham dan memperoleh hak atas dividen. Sebaliknya, pembeli yang masuk mulai tanggal ex dividen tidak lagi berhak atas pembagian tersebut.

Untuk pasar tunai, cum dividen jatuh pada 9 November 2026 dan ex dividen pada 10 November 2026. Daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen atau recording date ditetapkan pada 9 November 2026 pukul 16.00, sementara pembayaran dijadwalkan pada 23 November 2026.

Laba Tertekan, Dividen Tetap Jalan

Pembagian dividen ini datang di tengah kinerja keuangan UNTR yang melemah. Sepanjang Januari hingga September 2026, perseroan membukukan laba bersih Rp 4,46 triliun, merosot 61,08% secara tahunan dibandingkan Rp 11,47 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan laba sejalan dengan pelemahan pendapatan. Pendapatan UNTR tercatat Rp 90,3 triliun hingga kuartal III 2026, turun 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski begitu, perseroan masih memiliki bantalan modal yang tebal. Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya tercatat Rp 86,11 triliun, sedangkan total ekuitas perusahaan mencapai Rp 103,82 triliun.

Arti Penting bagi Pemegang Saham

Bagi investor ritel, dividen Rp 430 per saham menjadi sinyal bahwa UNTR tetap menjaga komitmen pengembalian ke pemegang saham di tengah siklus harga komoditas yang tidak bersahabat. Nilai tersebut juga menjadi acuan untuk menghitung imbal hasil dividen jika dibandingkan dengan harga saham saat ini.

Yang perlu dicatat, pembagian ini baru bersifat interim. Rasio pembayaran dividen final untuk seluruh tahun buku 2026 masih bisa berubah, bergantung pada kinerja kuartal IV dan keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham.

Bagi perseroan, kemampuan membayar dividen di tengah penurunan laba lebih dari separuh menunjukkan posisi kas dan ekuitas yang masih kuat. Namun tekanan pada pendapatan menjadi sinyal yang perlu dicermati investor untuk melihat arah kinerja UNTR pada tahun buku berikutnya.

Sumber: katadata.co.id

Follow lineperistiwa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks