LINEPERISTIWA.COM — Bulog Kanwil Maluku dan Maluku Utara menyerap 6.479.692 kilogram setara beras dari petani hingga kini, melampaui target 4.835.000 kilogram atau 134,02 persen. Penyerapan itu jadi bagian dari langkah mitigasi menjaga pasokan pangan di tengah musim kemarau. Stok beras di Maluku tercatat 9.183.899 ton dan dipastikan cukup untuk enam bulan ke depan.
"Kalau itu sudah langsung tugas dari Presiden. Jadi dari awal tahun kita sudah menyerap dan saat ini penyerapan itu sudah hampir empat juta ton," kata Chandra di Ambon.
Dari sisi stok nasional, Bulog memegang sekitar lima juta ton beras di seluruh Indonesia. Khusus Maluku, persediaan yang ada saat ini mencapai 9.183.899 ton dan dipastikan mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat hingga enam bulan ke depan.
Sentra Petani yang Jadi Andalan
Penyerapan tidak dilakukan sembarangan. Bulog menyasar sejumlah sentra pertanian di Maluku, mulai dari Gemba, Seram Bagian Barat, Kobi, hingga Desa Waenetat di Kabupaten Buru. Petani di wilayah-wilayah itu menjadi pemasok utama beras yang masuk ke gudang Bulog.
Angka realisasi yang jauh di atas target menunjukkan serapan dari petani berjalan lebih cepat dari perkiraan. Chandra menyebut kelebihan capaian itu sebagai hasil dari percepatan penyerapan yang dilakukan sejak awal tahun.
Bantuan Pangan Jalan Tiga Periode
Selain menyerap hasil panen, Bulog menyalurkan bantuan pangan secara bertahap sepanjang tahun. Periode pertama berlangsung Februari-Maret. Periode kedua masih berjalan pada Juli-September. Penyaluran terakhir dijadwalkan Oktober-Desember.
"Bantuan pangan itu kita sudah laksanakan. Periode pertama Februari, Maret, kemudian yang sekarang ini sementara jalan Juli, Agustus, September, dan itu sampai akhir tahun ada lagi Oktober, November, Desember," ujar Chandra.
Program ini menyasar rumah tangga penerima manfaat di wilayah Maluku dan Maluku Utara. Lewat skema tersebut, masyarakat berpenghasilan rendah mendapat pasokan beras tanpa harus membeli di pasar.
Tambahan 10 Ribu Ton dari Pulau Jawa
Untuk memperkuat cadangan di wilayah kepulauan, Bulog tengah memproses pemindahan beras dari Pulau Jawa sebanyak 10 ribu ton. Pasokan itu akan ditopang gudang-gudang Bulog yang tersebar di sejumlah wilayah.
"Di beberapa daerah kita punya gudang, jadi dipastikan setiap wilayah hingga ke kepulauan bisa terjangkau," kata Chandra.
Dari 11 kabupaten/kota di Maluku, masih ada dua wilayah yang belum memiliki gudang Bulog, yakni Maluku Barat Daya dan Kepulauan Aru. Untuk Buru Selatan, Bulog masih melakukan penjajakan. Kebutuhan pangan di Buru Selatan sementara ini dipasok dari Kabupaten Buru agar distribusi tetap berjalan.
Langkah Bulog Maluku mencerminkan pola kerja yang sama di banyak daerah: menyerap panen petani lokal, menyalurkan bantuan pangan tepat waktu, dan menambah stok dari luar wilayah ketika produksi lokal belum mencukupi. Bagi petani, penyerapan ini memberi kepastian harga dan pembeli. Bagi warga penerima bantuan, pasokan beras tetap tersedia meski musim kemarau menekan produksi pertanian.