Pencarian

Harga Emas Spot Turun 0,2% ke USD4.336, Pasar Antisipasi Bunga The Fed Naik

Rabu, 23 September 2026 • 06:42:31 WIB
Harga Emas Spot Turun 0,2% ke USD4.336, Pasar Antisipasi Bunga The Fed Naik
Harga emas spot turun 0,2 persen menjadi USD4.336,21 per troy ons pada perdagangan Selasa (22/9/2026).

LINEPERISTIWA.COM — Harga emas spot melemah 0,2 persen menjadi USD4.336,21 per troy ons pada perdagangan Selasa (22/9/2026), tertekan ekspektasi pengetatan moneter Federal Reserve yang lebih agresif hingga akhir tahun. Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember mencapai 90 persen berdasarkan CME FedWatch Tool. Tekanan bertambah seiring penguatan dolar AS dalam beberapa hari terakhir.

Penurunan tipis harga emas terjadi di tengah dua tarikan berlawanan: ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang biasanya mendorong permintaan aset safe haven. Global Head of Commodity Strategy TD Securities Bart Melek menyebut tekanan dari sisi moneter masih dominan.

"Kendalanya tetap sama. Meski harga minyak agak menurun, pasar masih memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed dengan cukup kuat. Dalam beberapa hari terakhir, dolar AS juga sedikit menguat, dan biasanya kondisi ini menjadi tekanan bagi harga emas," kata Melek, seperti dikutip Reuters.

Peluang Kenaikan Bunga Desember Capai 90 Persen

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar menempatkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada Desember di level 90 persen. Angka itu mencerminkan keyakinan pasar yang nyaris bulat bahwa bank sentral AS belum akan menghentikan siklus pengetatan.

Ekspektasi tersebut diperkuat pernyataan sejumlah pejabat Federal Reserve. Presiden Federal Reserve Bank of St. Louis Alberto Musalem dan Presiden Federal Reserve Bank of Chicago Austan Goolsbee mengisyaratkan kenaikan suku bunga lanjutan diperlukan untuk meredam inflasi yang dipicu kuatnya permintaan serta kenaikan harga energi.

Sinyal Kevin Warsh Usai Kenaikan Bunga Pekan Lalu

Ketua The Fed Kevin Warsh juga mengisyaratkan masih terbukanya ruang kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Pernyataan itu muncul setelah The Fed menaikkan suku bunga pada pekan sebelumnya.

Bagi investor emas, kombinasi suku bunga tinggi dan dolar AS yang menguat menciptakan lingkungan yang kurang menguntungkan. Emas tidak memberikan imbal hasil bunga, sehingga ketika yield obligasi AS naik, daya tarik aset ini relatif menurun dibandingkan instrumen pendapatan tetap.

Dolar AS dan Harga Minyak Jadi Variabel Penggerak

Melek menyoroti pergerakan dolar AS sebagai faktor jangka pendek yang paling terasa. Penguatan greenback membuat harga emas dalam denominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, yang pada gilirannya menekan permintaan.

Di sisi lain, penurunan harga minyak yang disebut Melek turut mengurangi sebagian tekanan inflasi. Namun efeknya belum cukup kuat untuk mengubah arah ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed.

Timur Tengah Masih Jadi Faktor Penyangga

Investor tetap mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah. Ketegangan geopolitik di kawasan itu secara historis mendorong permintaan emas sebagai aset lindung nilai, sehingga berpotensi menahan penurunan harga lebih dalam.

Dengan dua kekuatan yang saling berlawanan, arah harga emas dalam jangka pendek akan sangat bergantung pada data ekonomi AS berikutnya dan sinyal lanjutan dari pejabat The Fed. Selama probabilitas kenaikan bunga Desember bertahan di level tinggi, tekanan terhadap emas diperkirakan belum sepenuhnya hilang.

Sumber: idxchannel.com

Follow lineperistiwa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks