Pencarian

Harga Emas Dunia Ditutup ke US$ 4.285, Masih Koreksi 2,24% Sepanjang Pekan

Senin, 28 September 2026 • 07:21:31 WIB
Harga Emas Dunia Ditutup ke US$ 4.285, Masih Koreksi 2,24% Sepanjang Pekan
Harga emas dunia ditutup menguat tipis 0,24% ke US$ 4.285 per troy ons pada Jumat (25/9/2026).

LINEPERISTIWA.COM — Harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 4.285 per troy ons pada Jumat (25/9/2026), menguat tipis 0,24% dibandingkan hari sebelumnya. Meski begitu, logam mulia ini masih mencatat koreksi 2,24% sepanjang perdagangan pekan lalu. Ekspektasi kebijakan moneter ketat dari sejumlah bank sentral menjadi beban utama yang menahan laju harga emas.

Bloomberg Technoz melaporkan, penguatan tipis pada akhir pekan lalu belum cukup menutup tekanan yang dialami emas sepanjang pekan. Pasar masih mencerna arah kebijakan suku bunga global yang cenderung ketat.

Bank sentral di berbagai negara sudah menaikkan suku bunga acuan, dan sinyalnya menunjukkan itu bukan yang terakhir untuk tahun ini.

Federal Reserve Naikkan Suku Bunga ke 3,75-4%

Bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve, menjadi salah satu yang mengetatkan kebijakan. Gubernur Kevin Warsh dan kolega menaikkan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) ke level 3,75-4% dalam rapat bulan ini.

Kenaikan itu memperkuat ekspektasi bahwa biaya pinjaman global akan bertahan tinggi lebih lama. Kondisi ini secara historis menjadi faktor penekan bagi harga emas, karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga.

Tekanan Masih Berlanjut ke Pekan Ini

Dengan posisi terakhir di US$ 4.285 per troy ons, pasar masih menimbang apakah koreksi akan berlanjut atau harga mulai menemukan titik stabil. Sejumlah pelaku pasar mencermati pernyataan lanjutan dari pejabat bank sentral untuk mengukur arah kebijakan berikutnya.

Bagi investor, pergerakan emas pekan ini akan sangat bergantung pada seberapa agresif sinyal pengetatan yang muncul dari bank sentral utama. Kekuatan dolar AS juga menjadi variabel yang perlu dicermati karena berkorelasi terbalik dengan harga emas.

Sumber: bloombergtechnoz.com

Follow lineperistiwa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks