Pencarian

Harga Emas Spot Turun 1,15% ke USD4.020,56 per Troy Ons Buntut Inflasi AS

Jumat, 30 Oktober 2026 • 06:42:30 WIB
Harga Emas Spot Turun 1,15% ke USD4.020,56 per Troy Ons Buntut Inflasi AS
Harga emas spot turun 1,15% menjadi USD4.020,56 per troy ons pada perdagangan Kamis (29/10/2026).

LINEPERISTIWA.COM — Harga emas spot merosot 1,15% menjadi USD4.020,56 per troy ons pada perdagangan Kamis (29/10/2026), setelah data inflasi Amerika Serikat yang masih tinggi memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada akhir tahun. Penurunan ini membuka jalan bagi emas mencatat pelemahan bulanan dua bulan berturut-turut. Bagi investor, tekanan datang dari sisi opportunity cost karena emas tidak memberikan imbal hasil.

Pelemahan logam mulia terjadi setelah pasar mencerna data inflasi AS yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda menuju target The Fed. Kondisi itu menekan daya tarik emas sebagai aset non-yielding, terutama ketika ekspektasi suku bunga tinggi kembali menguat.

Direktur perdagangan logam High Ridge Futures David Meger menyebut prospek inflasi yang masih berada di atas target The Fed menjadi salah satu tekanan utama bagi harga emas.

"Prospek inflasi yang masih membandel dan terus berada di atas target The Fed membuka peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Desember. Itu menjadi tekanan utama bagi pasar emas saat ini, dan laporan PCE hari ini tidak banyak meredakan kekhawatiran tersebut," kata Meger, seperti dikutip Reuters.

Laporan PCE Gagal Meredakan Kekhawatiran Pasar

Laporan PCE yang dirilis pada periode yang sama tidak cukup memberi kelegaan bagi pelaku pasar emas. Alih-alih meredakan tekanan, data tersebut justru memperkuat narasi bahwa inflasi AS masih membandel dan belum bergerak sesuai jalur yang diinginkan The Fed.

Konsekuensinya, peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Desember kembali terbuka. Bagi pasar emas, sinyal itu berarti biaya memegang aset tanpa imbal hasil semakin mahal dibandingkan instrumen berbunga seperti obligasi.

Dua Bulan Beruntun di Zona Merah

Penurunan 1,15% membuat harga emas spot berpotensi mencatat pelemahan bulanan selama dua bulan berturut-turut. Pola ini menandai bahwa tekanan jual belum sepenuhnya surut meski harga sempat bertahan di atas level USD4.000 per troy ons.

Level USD4.020,56 menjadi acuan penting. Jika tekanan berlanjut, pasar akan mencermati apakah emas mampu mempertahankan area psikologis tersebut atau justru terkoreksi lebih dalam menuju level berikutnya.

Bagaimana Dampaknya bagi Investor Emas?

Bagi investor ritel maupun institusi, kombinasi inflasi AS yang tinggi dan prospek kenaikan suku bunga menciptakan dilema. Emas tetap menjadi lindung nilai terhadap ketidakpastian, tetapi daya tariknya melemah saat imbal hasil obligasi dan deposito ikut naik.

Pelaku pasar akan mengarahkan perhatian ke pertemuan The Fed pada Desember mendatang. Sikap bank sentral AS itu menjadi penentu arah emas dalam beberapa pekan ke depan, terutama jika data inflasi berikutnya kembali mengejutkan ke sisi atas.

Untuk pasar domestik, pergerakan emas global ini biasanya merambat ke harga emas Antam dan produk logam mulia lainnya, meski dengan jeda dan penyesuaian kurs. Investor emas dalam negeri perlu mencermati kombinasi harga global dan nilai tukar rupiah sebelum mengambil posisi.

Sumber: idxchannel.com

Follow lineperistiwa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks