Pencarian

Pertamina Siapkan Biometrik untuk Subsidi BBM dan Elpiji 3 Kg

Sabtu, 12 September 2026 • 07:42:01 WIB
Pertamina Siapkan Biometrik untuk Subsidi BBM dan Elpiji 3 Kg
Pertamina menyiapkan sistem biometrik untuk transaksi elpiji 3 kg bersama Dukcapil.

LINEPERISTIWA.COM — Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto menyampaikan hal itu dalam temu media di Yogyakarta, Jumat. Menurut dia, sistem untuk elpiji bersubsidi sudah berjalan sebagian lewat Merchant Apps Pertamina (MAP).

Elpiji 3 Kg: NIK Wajib, Biometrik Masih Diuji

Pembelian elpiji 3 kg saat ini mengharuskan konsumen memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) melalui MAP. Pertamina sedang mengembangkan sistem itu ke arah biometrik bersama Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

"Sekarang kami sedang kembangkan ke arah biometrik dengan Dukcapil. Kami lagi bekerja sama untuk bisa nanti transaksi elpiji dengan menggunakan biometrik," kata Eko.

Ia menegaskan penerapan biometrik untuk elpiji 3 kg masih dalam tahap pengujian. Belum ada keterangan resmi soal kapan sistem ini berlaku penuh atau di wilayah mana saja.

BBM Subsidi: Masih Pakai Barcode MyPertamina

Untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar, Pertamina masih menggunakan kode batang lewat aplikasi MyPertamina. Pertamina juga bekerja sama dengan kementerian, lembaga, dan instansi terkait untuk memperkuat basis data kendaraan.

Penguatan basis data itu berkaitan dengan upaya pemerintah mengatur pembelian BBM bersubsidi. Namun, bentuk kebijakannya belum final.

"Kami belum tahu kebijakannya nanti apakah menggunakan kebijakan pengaturan desil maupun tipe kendaraan. Kami sedang menunggu arahan dari pemerintah," ujar Eko.

Aturan Desil 9-10 Belum Diterapkan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan pembatasan penyaluran Pertalite bersubsidi bagi masyarakat desil 9-10 masih menunggu validasi data. Pemerintah masih memeriksa ketepatan data desil masyarakat.

Bahlil berharap pembaruan dan ketepatan data pembagian desil dapat mendukung penyaluran Pertalite bersubsidi sesuai sasaran. Artinya, belum ada kepastian kapan aturan ini mulai berlaku.

Alokasi Subsidi Energi 2026

Pemerintah mengalokasikan subsidi energi sebesar Rp210,1 triliun dalam APBN 2026. Angka itu setara 65,87 persen dari total anggaran subsidi Rp318,9 triliun.

Jika digabung dengan kompensasi, total anggaran pemerintah untuk ketahanan energi mencapai Rp381,3 triliun. Besaran ini menunjukkan subsidi energi masih menjadi pos besar dalam belanja negara.

Yang Bisa Dilakukan Konsumen Sekarang

Bagi pengguna elpiji 3 kg, pastikan NIK sudah terdaftar dan cocok saat bertransaksi di pangkalan resmi lewat MAP. Bagi pengguna Pertalite dan Biosolar, pastikan kendaraan terdaftar di MyPertamina.

Belum ada mekanisme pendaftaran biometrik untuk konsumen umum karena sistemnya masih diuji. Informasi resmi soal jadwal, wilayah uji, dan syarat penerapan dapat diakses melalui kanal Pertamina Patra Niaga dan Kementerian ESDM.

Hati-hati terhadap pihak yang menawarkan jasa pendaftaran atau pengurusan data subsidi dengan biaya tertentu. Pendaftaran resmi tidak dipungut biaya. Laporkan dugaan penipuan atau kecurangan penyaluran subsidi ke call center Pertamina 135 atau kanal pengaduan Kementerian ESDM.

Sumber: jambi.antaranews.com

Follow lineperistiwa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks