LINEPERISTIWA.COM — PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga empat produk bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mulai Selasa (1/9/2026). Penyesuaian ini menyasar Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax Turbo, dan Pertamax Green 95. Sementara Pertamax 92 dan Pertalite tidak mengalami perubahan harga.
Dikutip dari laman resmi MyPertamina per Jumat (11/9/2026), besaran harga di SPBU tetap berbeda antarwilayah. Artinya, tarif yang Anda bayar di satu daerah bisa berbeda dari daerah lain.
Besaran Kenaikan per Produk
Kenaikan terbesar terjadi pada Pertamina Dex yang melompat Rp4.050 per liter, dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter. Produk diesel lain, Dexlite, naik Rp4.000 per liter dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter.
Di segmen bensin beroktan tinggi, Pertamax Turbo (RON 98) naik Rp1.300 per liter dari Rp18.300 menjadi Rp19.600. Adapun Pertamax Green 95 naik Rp2.550 per liter dari Rp16.600 menjadi Rp19.150.
- Pertamina Dex: Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter
- Dexlite: Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter
- Pertamax Turbo: Rp18.300 menjadi Rp19.600 per liter
- Pertamax Green 95: Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter
Siapa yang Paling Terdampak
Kenaikan ini paling terasa bagi pengguna kendaraan diesel, terutama pemilik mobil pribadi dan pelaku usaha yang mengandalkan armada niaga. Selisih Rp4.000 hingga Rp4.050 per liter langsung menambah biaya operasional harian mereka.
Bagi pengendara bensin beroktan tinggi, tambahan biaya relatif lebih kecil. Konsumen yang sensitif terhadap harga masih bisa beralih ke Pertamax 92 atau Pertalite yang tidak mengalami perubahan.
Alasan Pertamina Menyesuaikan Harga
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan penyesuaian hanya berlaku pada sebagian produk non-subsidi.
"Penyesuaian harga dilakukan hanya sebagian produk BBM Non Subsidi yaitu Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite, sedangkan produk BBM Non Subsidi lainnya seperti Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tidak mengalami penyesuaian harga. Hal ini dilakukan dengan memperhatikan keekonomian, daya beli dan kondisi sosial masyarakat," ujar Kitty, dikutip Selasa (1/9/2026).
Pertamina menyebut faktor keekonomian, daya beli, dan kondisi sosial masyarakat jadi pertimbangan utama. Harga tidak semata mengikuti pergerakan minyak dunia, tetapi juga daya serap konsumen di dalam negeri.
Cara Cek Harga Terbaru di Daerah Anda
- Buka laman resmi MyPertamina atau aplikasi MyPertamina di ponsel Anda
- Pilih menu harga BBM atau informasi produk
- Sesuaikan wilayah atau kota domisili Anda
- Bandingkan harga antar-SPBU terdekat sebelum mengisi bahan bakar
Harga yang berlaku di SPBU bisa berbeda dari satu daerah ke daerah lain. Pembeli disarankan mengecek langsung sebelum mengisi bahan bakar agar tidak keliru memperkirakan biaya.
Pilihan bagi Konsumen
Langkah Pertamina menahan harga Pertamax 92 dan Pertalite memberi ruang bagi konsumen yang ingin menekan pengeluaran. Beralih ke produk yang tidak naik menjadi pilihan paling praktis menghadapi penyesuaian kali ini.
Informasi resmi mengenai harga dan ketersediaan produk dapat diakses melalui laman MyPertamina atau kanal layanan pelanggan Pertamina Patra Niaga. Waspadai informasi harga yang beredar di luar kanal resmi, terutama yang meminta pembayaran atau data pribadi.