Bertemu di Mabes TNI Cilangkap
LINEPERISTIWA.COM — Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, membahas penguatan kolaborasi itu dengan Kepala Staf Teritorial TNI Letnan Jenderal TNI Bambang Trisnohadi. Pertemuan berlangsung di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, pada Kamis (10/9/2026).
Agenda utamanya mempercepat penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) ke daerah. Ahmad menyebut dukungan TNI diperlukan untuk memperkuat jangkauan distribusi, terutama di wilayah yang butuh dukungan logistik lebih besar.
“BULOG siap bergerak lebih cepat dan lebih masif. Kami melihat sinergi dengan TNI sangat penting untuk memastikan Bantuan Pangan Pemerintah dapat segera diterima masyarakat di seluruh wilayah, termasuk wilayah yang membutuhkan dukungan distribusi lebih kuat,” ujar Ahmad dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Kenapa Distribusi Butuh Dukungan Militer
Penyaluran 1 juta ton beras bukan pekerjaan ringan. Skala sebesar itu menuntut kesiapan gudang, armada angkut, hingga jaringan penerima di 33,2 juta titik rumah tangga yang tersebar dari kota sampai desa terpencil.
Di sejumlah daerah, akses jalan dan infrastruktur logistik menjadi hambatan utama. Jajaran TNI yang memiliki satuan hingga tingkat kecamatan dianggap bisa mempercepat mobilitas beras ke lokasi yang sulit dijangkau.
“Kami ingin memastikan bahwa beras yang sudah disiapkan Pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang menjadi penerima manfaat. Karena itu, koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat. BULOG tidak bisa bekerja sendiri dan TNI merupakan salah satu mitra strategis dalam memperluas jangkauan penyaluran,” kata Ahmad.
Dampak ke Penerima Manfaat
Bagi 33,2 juta penerima, kecepatan distribusi menentukan apakah bantuan benar-benar membantu saat dibutuhkan. Keterlambatan di musim paceklik atau musim kemarau bisa membuat harga beras di pasar lokal melonjak lebih dulu sebelum bantuan tiba.
Pemerintah menargetkan penyaluran periode Oktober–Desember 2026 rampung sesuai jadwal. BULOG memastikan stok CBP yang disiapkan sudah tersedia di gudang-gudang regional sebelum proses pengiriman dimulai.
Sinergi BULOG–TNI juga menjadi bagian dari pola koordinasi lintas sektor yang makin sering dipakai untuk program bantuan sosial berskala besar. Pola ini memungkinkan percepatan pengiriman tanpa menunggu seluruh jalur komersial tersedia, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal.