Pencarian

MIND ID Genjot Hilirisasi Tembaga, PTFI Kirim Emas 99,99% ke ANTAM Senilai Rp 207 Miliar

Kamis, 10 September 2026 • 06:03:01 WIB
MIND ID Genjot Hilirisasi Tembaga, PTFI Kirim Emas 99,99% ke ANTAM Senilai Rp 207 Miliar
PTFI mengirimkan emas dengan kemurnian 99,99 persen senilai Rp 207 miliar kepada ANTAM sebagai bagian dari hilirisasi tembaga MIND ID.

LINEPERISTIWA.COM — Langkah ini menjadi tonggak baru setelah PTFI merampungkan pembangunan fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) di Gresik, Jawa Timur. Fasilitas tersebut mengolah anode slime—produk samping pemurnian konsentrat tembaga—menjadi logam mulia dengan kapasitas produksi hingga 50 ton emas dan 200 ton perak per tahun.

Kerja sama pemasaran antara PTFI dan ANTAM tidak berhenti di satu pengiriman. Kedua perusahaan telah menandatangani kesepakatan pembelian hingga 30 ton emas per tahun, menjadikan ANTAM sebagai offtaker utama hasil produksi PMR untuk pasar domestik.

Menutup Kesenjangan Pasokan Emas Domestik

Integrasi ini memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan pasar dalam negeri. Data World Gold Council mencatat permintaan emas batangan dan koin di Indonesia mencapai 31,6 ton sepanjang 2025, sementara konsumsi untuk perhiasan mencapai 16,6 ton. Total kebutuhan kedua segmen tersebut sekitar 48,2 ton—hampir menyamai kapasitas produksi tahunan PMR PTFI.

Sebelumnya, kebutuhan emas nasional sebagian besar dipenuhi dari impor atau pengolahan bijih tambang domestik yang kapasitasnya terbatas. Dengan beroperasinya PMR, Indonesia memiliki sumber pasokan logam mulia bersertifikat yang dihasilkan dari pengolahan mineral dalam negeri.

Strategi Holding: Bukan Entitas yang Berdiri Sendiri

Kepala Divisi Institutional Relations MIND ID Selly Adriatika menegaskan integrasi PTFI dan ANTAM merupakan bagian dari cetak biru holding dalam membangun rantai nilai mineral yang saling mendukung.

"MIND ID tidak melihat setiap aset dan perusahaan sebagai entitas yang berdiri sendiri. Kami mengintegrasikan sumber daya dan kapabilitas Anggota Holding agar dapat saling mendukung, sehingga hasil pengolahan mineral dapat terus dikembangkan menjadi bagian dari rantai pasok industri nasional dan memberikan nilai tambah di dalam negeri," kata Selly dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9).

Penguatan rantai nilai menjadi semakin krusial seiring meningkatnya kebutuhan mineral strategis untuk transisi energi. Tembaga, misalnya, merupakan material utama untuk jaringan transmisi listrik, kendaraan listrik, dan infrastruktur energi baru terbarukan. Penguasaan sumber daya dan rantai pasok komoditas ini kini menjadi bagian dari mineral security suatu negara.

Percepatan Produksi Grasberg dan Dampaknya ke Hilir

Di luar integrasi hilir, MIND ID juga memacu pemulihan produksi tambang Grasberg di Papua dan optimalisasi Smelter PTFI Gresik. Kedua lini ini tidak hanya menentukan kapasitas produksi tembaga nasional, tetapi juga memperbesar potensi mineral ikutan—termasuk emas dan perak—yang bisa diolah di dalam negeri.

"Apa yang MIND ID kerjakan hari ini adalah bagian dari perjalanan membangun industri pertambangan yang berdaulat, di mana kekayaan alam yang kita miliki dapat kita kelola dan kembangkan semaksimal mungkin untuk kepentingan bangsa. Sumber daya Indonesia harus menjadi kekuatan bagi generasi hari ini sekaligus fondasi bagi generasi yang akan datang," ujar Selly.

Kepemilikan mayoritas MIND ID atas PTFI menjadi instrumen strategis penguasaan nasional atas sumber daya tembaga. Dengan skema hilirisasi yang berlapis—dari konsentrat menjadi katoda, lalu anode slime menjadi logam mulia—nilai tambah yang sebelumnya dinikmati di luar negeri kini dapat dikelola di dalam negeri.

Ke depan, tantangan terbesar bukan lagi menghasilkan komoditas, melainkan memastikan mineral strategis menjadi fondasi ketahanan industri nasional. Hilirisasi tembaga dan integrasi antar-anggota holding adalah jawaban atas tantangan tersebut.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow lineperistiwa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks