Pencarian

SEFAS Group Targetkan Akuisisi 200 SPBU Shell Indonesia Rampung Tahun Ini

Kamis, 20 Agustus 2026 • 18:44:02 WIB
SEFAS Group Targetkan Akuisisi 200 SPBU Shell Indonesia Rampung Tahun Ini
Direktur Utama SEFAS Group, Ricky Roesli, menyatakan target akuisisi 200 SPBU Shell Indonesia rampung tahun ini.

Jakarta — Langkah SEFAS Group masuk ke bisnis ritel BBM nasional melalui akuisisi jaringan SPBU Shell Indonesia memasuki babak final. Direktur Utama SEFAS Group Ricky Roesli mengungkapkan proses pengalihan kepemilikan masih menunggu persetujuan regulator dan pemenuhan persyaratan umum lainnya, dengan target transaksi tuntas tahun ini.

"Sebagai distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia, SEFAS bangga dapat mengambil langkah bisnis berikutnya dan mendukung pertumbuhan masa depan sektor ritel energi Indonesia," ujar Ricky dalam keterangan resmi, Rabu (19/8).

Dari Distributor Pelumas Menjadi Pengelola SPBU

Kemitraan strategis ini diumumkan pertama kali pada Mei 2025. SEFAS Group menggandeng Citadel Pacific Limited (CPL), perusahaan induk swasta asal Filipina yang dimiliki keluarga Delgado, untuk membeli seluruh bisnis jaringan SPBU Shell di Indonesia.

Citadel bukan nama asing dalam pengelolaan merek Shell. Perusahaan ini pernah mengakuisisi bisnis LPG Shell di Filipina serta LPG ExxonMobil di Hong Kong dan Makau. Pengalaman tersebut menjadi modal utama dalam transisi operasional SPBU Shell di Indonesia.

SEFAS sendiri mengawali perjalanan bisnisnya pada 1997 melalui PT Sefas Pelindotama, distributor resmi pelumas Shell yang didirikan di Balikpapan, Kalimantan Timur. Dari Balikpapan, perusahaan memperluas jangkauan ke Samarinda, Banjarmasin, Berau, dan Tarakan, sebelum membuka kantor pusat di Jakarta dan gudang di Surabaya.

Di luar distribusi pelumas, grup ini juga mengembangkan layanan teknis untuk sektor pertambangan dan konstruksi alat berat. Unit usaha lain di bawah SEFAS antara lain Sefias Keliantama, Trinina Panutan, dan Blue Coolant Indonesia.

Profil Herman Soegeng dan Struktur Kepemilikan SEFAS

Herman Soegeng, nama yang mencuat di balik akuisisi ini, tercatat sebagai pendiri sekaligus komisaris SEFAS Group. Ia mendirikan perusahaan bersama Ricky Roesli pada Oktober 1997 dan saat ini Ricky menjabat direktur utama.

Herman merupakan warga negara Indonesia lulusan Oklahoma State University, Amerika Serikat, dengan gelar Bachelor of Business Administration. Selain di SEFAS, ia juga menjabat sebagai Direktur UCB Indonesia. Di luar aktivitas bisnis, Herman aktif sebagai pastor di Gereja IFGF Jakarta sejak 1998.

Adapun Ricky Roesli menyelesaikan pendidikan sarjana di California State University, Fresno, dan meraih gelar MBA dari City University, Seattle pada 1995.

Dampak ke Industri Ritel BBM Nasional

Masuknya SEFAS-Citadel melalui alih kepemilikan aset SPBU Shell menambah warna persaingan di bisnis ritel BBM yang selama ini didominasi Pertamina, dengan kehadiran pemain asing seperti BP-AKR dan Vivo Energy.

Jaringan SPBU Shell di Indonesia selama ini dioperasikan langsung oleh Shell Indonesia. Setelah akuisisi rampung, pengelolaan seluruh aset tersebut akan berpindah ke tangan perusahaan patungan SEFAS-Citadel.

Bagi konsumen, transisi kepemilikan ini diperkirakan tidak mengubah operasional harian SPBU Shell dalam jangka pendek, mengingat merek dan standar layanan tetap dipertahankan. Namun, strategi ekspansi dan harga jual BBM bisa berubah seiring kebijakan pemilik baru.

Investasi mengandung risiko.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow lineperistiwa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks