Pencarian

Danantara Siap Suntik Modal INKA, Benahi Utang demi Produksi KRL

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 06:03:31 WIB
Danantara Siap Suntik Modal INKA, Benahi Utang demi Produksi KRL
Danantara menyatakan siap menyuntikkan modal ke INKA untuk menyehatkan keuangan perusahaan.

LINEPERISTIWA.COM — Danantara menyatakan siap menyuntikkan modal ke PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA untuk menyehatkan keuangan perusahaan sekaligus menopang produksi sarana kereta nasional. Langkah injeksi ekuitas ini diambil setelah INKA tercatat memiliki ekuitas negatif dan sejumlah utang yang dinilai tidak berkelanjutan. Keputusan itu penting karena INKA menjadi tulang punggung produksi KRL dalam roadmap transportasi publik yang hasil produksinya sudah dipastikan diserap PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa INKA saat ini berada dalam tekanan keuangan yang berat. Selain ekuitas yang sudah negatif, perusahaan juga menanggung beban utang tidak berkelanjutan yang harus segera ditangani.

Karena itu, Danantara membuka opsi menambah ekuitas sebagai bagian dari proses transformasi perusahaan. Dony menegaskan langkah itu tidak bisa diputuskan secara terburu-buru karena kebutuhan pendanaannya masih dalam kajian.

Alasan Danantara Berani Menambah Ekuitas

Dony menjelaskan, kepastian penyerapan hasil produksi menjadi pertimbangan utama. Seluruh kereta yang diproduksi INKA akan di-offtake oleh PT Kereta Api Indonesia, sehingga permintaan dinilai jelas dan terukur.

"Kalau mereka membutuhkan equity tambahan, kita akan lakukan proses penambahan equity karena offtake-nya jelas, kan? Pabrik yang produksinya mereka buat akan di-offtake oleh Kereta Api, dan bagi Kereta Api ini bagian dari roadmap transportasi publik kita," ujar Dony di Tribrata Hotel, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Meski begitu, Danantara belum menetapkan berapa besar dana yang akan disuntikkan. Perusahaan masih menghitung kebutuhan riil INKA sebelum mengambil keputusan final.

"Jadi ini tidak bisa dilihat satu per satu. Ada possibility yang sedang kita kaji, berapa kemungkinan kita harus inject equity kepada INKA," imbuh Dony.

Kapasitas Produksi INKA Jadi Pertimbangan

Dony mengakui kapasitas produksi INKA saat ini masih sangat terbatas. Kondisi itu membuat pemerintah dan Danantara harus menimbang berbagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan sarana kereta, terutama di Jabodetabek.

Pilihan yang tersedia mencakup produksi lokal oleh INKA, impor kereta baru dari produsen luar negeri, hingga mendatangkan rangkaian bekas dari Jepang. Dony menegaskan pihaknya tidak akan memilih satu opsi secara sembarangan.

"Betul (perlu produksi lokal). Makanya proses transformasi INKA ini kan sedang berjalan, ya. Tapi kapasitas produksi mereka kan juga sangat terbatas. Jadi ada pilihan-pilihan yang harus kita buat," kata Dony.

"Nah, kita balance-kan antara kebutuhannya dengan kapasitas produksi INKA. Sisanya, itu yang akan kita cari alternatifnya," ujarnya menambahkan.

Kebutuhan Armada Naik Seiring Elektrifikasi Jalur

Kebutuhan KRL diproyeksikan meningkat seiring rencana elektrifikasi sejumlah jalur, yakni Jakarta–Cikampek, Jakarta–Sukabumi, dan Jakarta–Merak. Penambahan armada menjadi konsekuensi langsung dari perluasan layanan tersebut.

Selain lintas eksisting di Jabodetabek, jalur-jalur baru itu menuntut ketersediaan rangkaian kereta dalam jumlah memadai. Di titik ini, kapasitas produksi dalam negeri dan opsi impor kembali menjadi dua sisi yang harus diselaraskan.

Impor KRL Bekas Jepang Masih Dibahas

Rencana mendatangkan KRL bekas dari Jepang akan dibahas Danantara bersama Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi. Pertemuan itu untuk menindaklanjuti pemenuhan kebutuhan operasional KRL di Jabodetabek.

"Hari ini harusnya saya ada pertemuan dengan Pak Menhub untuk berdiskusi," ungkap Dony.

Bagi Danantara, persoalan INKA bukan sekadar soal keuangan perusahaan. Keputusan injeksi ekuitas akan menentukan seberapa besar peran industri dalam negeri dalam menyuplai sarana kereta, di tengah kebutuhan armada yang terus tumbuh dan tekanan untuk mempercepat transformasi perusahaan pelat merah tersebut.

Sumber: liputan6.com

Follow lineperistiwa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks