LINEPERISTIWA.COM — Presiden FIFA Gianni Infantino bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir meninjau Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, untuk memastikan kesiapan venue final FIFA ASEAN Cup 2026. Peninjauan dilakukan setelah Infantino mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma pada sore hari. Laga puncak Indonesia versus Thailand dijadwalkan berlangsung di stadion itu pada 5 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB.
Jakarta — Kedatangan orang nomor satu FIFA itu langsung disambut agenda padat. Setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma, Gianni Infantino bergerak menuju SUGBK bersama Erick Thohir tanpa jeda panjang. Keduanya masuk melalui Royal Box untuk menelusuri setiap sudut stadion yang akan menjadi panggung partai puncak.
Yang Diperiksa Infantino di GBK
Infantino tidak hanya melihat dari kejauhan. Ia mengecek langsung tribun penonton, sistem pencahayaan, hingga kondisi rumput lapangan. Pemeriksaan menyeluruh itu dilakukan untuk memastikan final turnamen resmi perdana FIFA di Asia Tenggara berjalan tanpa hambatan teknis.
Erick Thohir mendampingi sekaligus memaparkan persiapan yang sudah dijalankan panitia pelaksana. Ia menegaskan Jakarta dan SUGBK siap menyuguhkan atmosfer pertandingan di hadapan puluhan ribu suporter yang akan memadati stadion.
Momen Foto Bersama Panitia
Di sela peninjauan, Infantino menyempatkan berfoto dengan panitia penyelenggara. Dengan gaya khasnya, ia mengarahkan petugas lapangan untuk berpose bersama.
"Thumbs up! Thumbs up!" serunya sambil mengangkat jempol, seperti dikutip dari keterangan resmi Kemenpora.
Momen ringan itu menjadi jeda di tengah rangkaian pengecekan teknis yang berlangsung ketat. Infantino tampak ingin memastikan semua elemen pertandingan — dari fasilitas hingga sumber daya manusia — berada dalam kondisi terbaik.
Indonesia vs Thailand di Partai Puncak
Final FIFA ASEAN Cup 2026 Divisi 1 mempertemukan Timnas Indonesia dengan Timnas Thailand. Pertandingan digelar di SUGBK pada pukul 20.00 WIB.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan hadir langsung menyaksikan laga tersebut. Kehadiran kepala negara menambah bobot partai final yang menjadi penentu gelar juara di kawasan.
Bagi Indonesia, laga ini bukan sekadar perebutan trofi. Status sebagai tuan rumah final turnamen resmi FIFA pertama di Asia Tenggara menempatkan SUGBK sebagai pusat perhatian sepak bola regional. Kesiapan venue, mulai dari pencahayaan hingga kualitas rumput, menjadi taruhan reputasi di mata FIFA dan publik sepak bola internasional.