Pencarian

IHSG Berpotensi Lanjut Melemah ke 4.763-4.807, Analis Soroti Pola Dead Cat Bounce

Kamis, 05 November 2026 • 06:22:31 WIB
IHSG Berpotensi Lanjut Melemah ke 4.763-4.807, Analis Soroti Pola Dead Cat Bounce
Pergerakan IHSG di layar bursa pada perdagangan Kamis (5/11).

LINEPERISTIWA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak sideways pada perdagangan Kamis (5/11) dengan risiko melanjutkan pelemahan menuju rentang 4.763-4.807. Dua analis teknikal menilai indeks belum keluar dari fase koreksi meski sempat menguat 0,32% ke level 4.919 pada penutupan sebelumnya. Volume perdagangan yang menurun dan sinyal negatif indikator teknikal menjadi penekan utama.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG masih berada dalam fase koreksi lanjutan. Menurut hitungan gelombangnya, indeks tengah berada di wave (v) dari wave [v] dengan area koreksi berikutnya di rentang 4.763-4.807.

"Posisi IHSG diperkirakan masih berada pada wave (v) dari wave [v], dengan area koreksi berikutnya di rentang 4.763-4.807," ujar Herditya dalam riset hariannya.

Untuk perdagangan hari ini, Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di antara support 4.847 dan 4.763, dengan resistance di 5.143 dan 5.247. Ia merekomendasikan empat saham untuk dicermati, yakni CPIN, ENRG, ICBP, dan UNVR.

Pola Dead Cat Bounce Bayangi Pergerakan Indeks

Dari sudut pandang berbeda, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji memperkirakan IHSG masih terjebak dalam fase pemulihan sementara atau dead cat bounce. Pola ini muncul setelah indeks sebelumnya membentuk bullish pin bar, dan berisiko berbalik menjadi penurunan lanjutan.

Nafan menyoroti dua indikator teknikal yang masih memberi sinyal negatif, yaitu Stochastics K_D dan RSI. Keduanya diperparah oleh volume perdagangan yang menurun.

"Pergerakan IHSG membentuk pola dead cat bounce setelah sebelumnya menunjukkan pola bullish pin bar. Indikator Stochastics K_D dan RSI masih memberikan sinyal negatif, disertai volume perdagangan yang menurun," ujar Nafan.

Untuk sesi hari ini, Nafan memprediksi IHSG bergerak di level support 4.777 dan 4.697, dengan resistance di 5.036 dan 5.116. Tiga saham yang ia rekomendasikan adalah ANTM, BRIS, dan INDF.

Modal Penguatan Terbatas dari Sesi Sebelumnya

Pada penutupan Rabu (4/11), IHSG berakhir di level 4.919. Indeks naik 15,48 poin atau setara 0,32% dibanding perdagangan sebelumnya.

Nilai transaksi pada sesi itu mencapai Rp 10,65 triliun dengan volume 26,63 miliar saham yang diperdagangkan, mengutip data RTI Infokom. Dari sisi breadth pasar, 190 saham menguat, 439 saham terkoreksi, dan 88 saham stagnan.

Komposisi itu menunjukkan tekanan jual masih lebih dominan meski indeks secara agregat menguat. Bagi investor, dua proyeksi support yang berbeda dari MNC Sekuritas dan Mirae Asset memberi gambaran rentang waspada: 4.763-4.847 pada skenario Herditya, dan 4.697-4.777 pada skenario Nafan.

Kedua analis sama-sama tidak menutup kemungkinan indeks menguji area bawah rentang tersebut sebelum menemukan titik stabil. Rekomendasi saham mereka pun berbeda: Herditya memilih CPIN, ENRG, ICBP, dan UNVR, sementara Nafan menjagokan ANTM, BRIS, dan INDF.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow lineperistiwa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks