LINEPERISTIWA.COM — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Belawan mengalihkan penerbitan nota pelayanan jasa kepelabuhanan dari PT Pelindo Multi Terminal ke PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mulai 1 November 2026. Peralihan ini merupakan bagian dari penyelarasan proses bisnis antarentitas Pelindo Group untuk memperkuat integrasi layanan. Bagi pengguna jasa di Pelabuhan Belawan, perubahan ini berdampak langsung pada mekanisme penerbitan nota yang akan mereka terima.
Sebelum perubahan berlaku, Pelindo Regional 1 Belawan menggelar sosialisasi pada 27–29 Oktober 2026. Kegiatan itu melibatkan pengguna jasa dan para pemangku kepentingan di lingkungan Pelabuhan Belawan. Tujuannya memberi pemahaman soal mekanisme peralihan sekaligus memastikan kesiapan semua pihak menghadapi proses pelayanan yang baru.
Apa yang Berubah Mulai 1 November 2026
Penerbitan nota pelayanan jasa kepelabuhanan yang semula ditangani PT Pelindo Multi Terminal beralih ke PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Peralihan ini menyasar proses bisnis antarentitas Pelindo Group, bukan perubahan jenis layanan yang diterima pengguna jasa.
Lewat penataan itu, Pelindo ingin memperkuat koordinasi antarunit, meningkatkan efektivitas pelayanan, dan memberi kepastian bagi pengguna jasa. Aktivitas kepelabuhanan di Belawan diharapkan tetap berjalan tanpa gangguan selama masa transisi.
Alasan Pelindo Menempuh Jalur Ini
Executive General Manager Pelindo Regional 1 Belawan, Yusrizal, menyebut penyesuaian proses bisnis sebagai bagian penting dari transformasi perusahaan yang berorientasi pada kualitas layanan. Integrasi layanan kepelabuhanan menjadi arah yang terus didorong Pelindo Group.
"Peralihan penerbitan nota ini merupakan bagian dari upaya Pelindo dalam memperkuat integrasi layanan kepelabuhanan. Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan pengguna jasa dan seluruh pemangku kepentingan memahami mekanisme yang akan berlaku mulai 1 November 2026, sehingga proses transisi dapat berjalan dengan baik dan pelayanan tetap lancar," ujar Yusrizal.
Ruang Masukan bagi Pengguna Jasa
Sosialisasi tiga hari itu tidak hanya berisi pemaparan. Pelindo Regional 1 Belawan membuka ruang diskusi untuk menjawab pertanyaan, menampung masukan, dan mengidentifikasi hal-hal yang perlu diantisipasi selama peralihan.
Menurut Yusrizal, komunikasi dan koordinasi antara Pelindo, anak perusahaan, pengguna jasa, dan pemangku kepentingan menjadi faktor penentu kesinambungan pelayanan di Pelabuhan Belawan.
"Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana setiap penyesuaian proses bisnis dapat memberikan manfaat bagi pengguna jasa. Karena itu, kami terus memperkuat koordinasi agar peralihan ini dapat berlangsung tertib dan mendukung pelayanan yang semakin efektif," tambahnya.
Dampak ke Aktivitas Logistik
Pelabuhan Belawan merupakan salah satu gerbang logistik utama di Sumatera Utara. Setiap penyesuaian administrasi di pelabuhan itu berpotensi terasa hingga ke arus barang, terutama bagi eksportir dan importir yang bergantung pada kelancaran penerbitan dokumen jasa kepelabuhanan.
Pelindo Regional 1 Belawan menyatakan komitmennya mendukung transformasi dan integrasi layanan demi pelayanan yang lebih andal, efisien, dan berdaya saing. Kelancaran aktivitas logistik di Pelabuhan Belawan menjadi tolok ukur keberhasilan peralihan ini.
Bagi pengguna jasa, masa sosialisasi 27–29 Oktober 2026 menjadi kesempatan terakhir memahami mekanisme baru sebelum aturan penerbitan nota berganti pada 1 November 2026. Kesigapan Pelindo menjaga ritme bongkar-muat selama transisi akan menentukan apakah integrasi layanan benar-benar terasa manfaatnya di lapangan.