LINEPERISTIWA.COM — PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) menggelar pekerjaan preservasi di Ruas Tol Jakarta-Cikampek pada 26 Oktober hingga 1 November 2026. Perbaikan menyasar permukaan jalan yang aus agar standar keselamatan dan kenyamanan pengguna tetap terjaga. Pekerjaan berlangsung malam hari supaya arus lalu lintas siang tidak terganggu.
Titik dan Jadwal Pengerjaan
Pekerjaan scrapping and filling dijadwalkan berlangsung setiap hari mulai pukul 21.00 hingga 05.00 WIB. Pelaksanaannya dilakukan bertahap di sejumlah titik pada jalur arah Jakarta, arah Cikampek, serta ramp dan simpang susun.
Pada jalur arah Cikampek, pekerjaan Senin, 26 Oktober 2026, berada di KM 12+950 hingga KM 13+035 lajur 2. Berikutnya, perbaikan dijadwalkan di KM 14+000 hingga KM 14+114 pada Selasa, 27 Oktober; KM 14+700 hingga KM 14+830 pada Rabu, 28 Oktober; serta KM 14+830 hingga KM 14+960 pada Kamis, 29 Oktober.
Pekerjaan berlanjut di KM 8+446 hingga KM 8+564 pada Jumat, 30 Oktober, dan KM 28+400 hingga KM 28+490 pada Sabtu, 31 Oktober. Untuk Minggu, 1 November, titik berikutnya mengikuti jadwal pelaksanaan yang telah disusun.
Mengapa Pekerjaan Digelar Malam Hari
Pemilihan jam 21.00 hingga 05.00 WIB bukan tanpa alasan. Pada rentang waktu itu volume kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek biasanya menurun, sehingga pekerjaan bisa berjalan lebih leluasa tanpa memicu antrean panjang di siang hari.
Ruas Jakarta-Cikampek sendiri termasuk jalur dengan beban lalu lintas harian paling padat di jaringan tol Trans Jawa. Permukaan jalan yang terus menerus dilintasi kendaraan berat maupun pribadi rentan mengalami penurunan kualitas, sehingga perbaikan berkala menjadi keharusan.
Dampak bagi Pengguna Jalan
Bagi pengendara, pekerjaan ini berdampak langsung pada pola perjalanan malam. Lajur yang sedang dikerjakan akan ditutup sementara, sehingga pengguna diimbau memperhatikan rambu dan arahan petugas di lapangan.
Meski menimbulkan sedikit ketidaknyamanan jangka pendek, rekonstruksi perkerasan kaku dan lentur menyasar bagian jalan yang menanggung beban paling berat. Perbaikan pada lapisan permukaan berfungsi mengurangi risiko kerusakan lanjutan yang bisa memperparah kemacetan jika dibiarkan.
Jasa Marga menegaskan pemeliharaan rutin ini merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas infrastruktur jalan tol sekaligus mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna. Bagi investor, kegiatan preservasi semacam ini merupakan konsekuensi operasional normal dari pengelolaan ruas tol dengan trafik tinggi, sekaligus menjaga nilai aset jalan yang dikelola emiten berkode JSMR tersebut.