Pencarian

MUF Salurkan Bantuan untuk 100 Difabel di DIY, Latih Membatik Sebulan

Sabtu, 26 September 2026 • 07:01:31 WIB
MUF Salurkan Bantuan untuk 100 Difabel di DIY, Latih Membatik Sebulan
Peserta mengikuti kegiatan "Membatik Bersama 100 Difabel" di Pendopo Wiyata Praja, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (16/9).

LINEPERISTIWA.COM — Mandiri Utama Finance (MUF) menyalurkan dana bantuan kepada 100 penyandang disabilitas di Daerah Istimewa Yogyakarta melalui program pelatihan dan pembinaan membatik selama satu bulan. Bantuan disalurkan bekerja sama dengan Yayasan Difabelzone dalam kegiatan "Membatik Bersama 100 Difabel" di Pendopo Wiyata Praja, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (16/9). Program ini menyasar peserta dari lima wilayah: Bantul, Sleman, Kulon Progo, Gunungkidul, dan Kota Yogyakarta.

Dana bantuan disalurkan kepada 100 penyandang disabilitas yang tersebar di lima kabupaten/kota DIY. Selain bantuan finansial, peserta menerima pelatihan dan pembinaan membatik selama satu bulan penuh melalui Yayasan Difabelzone.

Lima Wilayah Jadi Penerima Manfaat

Penerima bantuan berasal dari Bantul, Sleman, Kulon Progo, Gunungkidul, dan Kota Yogyakarta. Sebaran ini menunjukkan jangkauan program yang tidak terpusat di ibu kota provinsi, melainkan menyentuh wilayah pinggiran DIY.

Yogyakarta sendiri dikenal sebagai salah satu sentra batik nasional. Program pelatihan membatik bagi penyandang disabilitas dinilai sejalan dengan upaya menjadikan DIY sebagai wilayah yang inklusif di sektor kerajinan.

Alasan MUF Pilih Pelatihan Membatik

Corporate Secretary & Legal Division Head Mandiri Utama Finance, Elisabeth L. Sirait, menyatakan program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

"MUF percaya bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berkarya, dan menjadi produktif. Melalui program ini, MUF ingin mendukung para penyandang disabilitas dalam mengembangkan keterampilan dan kreativitas membatik sehingga dapat menghasilkan karya bernilai ekonomi serta membuka peluang menuju kemandirian," ujar Elisabeth.

Membatik dipilih karena keterampilan ini punya nilai jual di pasar. Karya batik dari penyandang disabilitas berpotensi masuk ke rantai ekonomi kreatif yang lebih luas, tidak sekadar berhenti sebagai kegiatan sosial.

Model Kemitraan dengan Yayasan Difabelzone

MUF tidak menyalurkan bantuan secara langsung, melainkan melalui Yayasan Difabelzone yang berperan sebagai pelaksana program. Skema ini memungkinkan pendampingan berjalan lebih terarah karena yayasan memiliki pengalaman mendampingi komunitas difabel.

Pelatihan berlangsung selama satu bulan, mencakup pembinaan teknis membatik hingga pengembangan kreativitas peserta. Pendekatan ini berbeda dari bantuan tunai sekali habis yang biasanya tidak meninggalkan efek jangka panjang.

Arti bagi Ekonomi Kreatif DIY

DIY memiliki ekosistem batik yang mapan, mulai dari sentra produksi di Kota Yogyakarta hingga wilayah Bantul dan Kulon Progo. Kehadiran 100 pembatik baru dari kalangan penyandang disabilitas menambah lapisan tenaga kerja di sektor ini.

Jika peserta mampu memproduksi batik bernilai ekonomi, dampaknya bisa berantai: pendapatan tambahan bagi rumah tangga difabel, terbukanya peluang kemitraan dengan perajin lokal, dan penguatan posisi DIY sebagai sentra batik inklusif.

Bagi MUF sebagai perusahaan pembiayaan, program ini menjadi bagian dari tanggung jawab sosial yang menyentuh langsung kelompok rentan. Perusahaan pembiayaan lain di industri serupa kerap menjalankan program CSR, namun yang menyasar penyandang disabilitas dengan pelatihan keterampilan produktif masih terbatas jumlahnya.

Tantangan Keberlanjutan Program

Persoalan klasik program pemberdayaan adalah kelanjutan setelah pelatihan usai. Peserta yang sudah dibekali keterampilan membatik membutuhkan akses pasar, bahan baku, dan pendampingan lanjutan agar bisa mandiri secara ekonomi.

Belum ada keterangan dari MUF maupun Difabelzone soal apakah akan ada program lanjutan pasca-pelatihan. Tanpa ekosistem pendukung, keterampilan membatik berisiko tidak terkonversi menjadi pendapatan tetap.

Meski demikian, langkah MUF menyasar 100 penerima manfaat dalam satu kegiatan tergolong signifikan untuk ukuran program CSR perusahaan pembiayaan. Skala ini setidaknya memberi modal awal keterampilan bagi komunitas difabel di lima wilayah DIY.

Sumber: ekbis.sindonews.com

Follow lineperistiwa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks