Pencarian

BULOG Serap 3,9 Juta Ton Gabah, Capai 99 Persen Target Pemerintah

Rabu, 23 September 2026 • 06:23:01 WIB
BULOG Serap 3,9 Juta Ton Gabah, Capai 99 Persen Target Pemerintah
Perum BULOG menyerap 7,7 juta ton gabah kering panen dari hasil panen dalam negeri.

LINEPERISTIWA.COM — Perum BULOG menyerap lebih dari 3,9 juta ton setara beras dari hasil panen dalam negeri hingga kini, atau sekitar 99 persen dari target 4 juta ton. Capaian itu berasal dari 7,7 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) dan 35,8 ribu ton beras yang masuk ke gudang BULOG. Penyerapan ini memberi kepastian pasar bagi petani sekaligus memperkuat Cadangan Beras Pemerintah.

Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) menilai capaian serapan Perum BULOG mendekati target yang dibebankan negara. Direktur Pengelolaan Perum BP BUMN Muhammad Khoerur Roziqin menyatakan apresiasi atas kerja seluruh jajaran BULOG yang berhasil menyerap hasil panen mendekati angka penuh.

Dari sisi hulu, BULOG menyerap 7,7 juta ton GKP dan 35,8 ribu ton beras. Angka itu setara lebih dari 3,9 juta ton beras, atau sekitar 99 persen dari target penyerapan 4 juta ton.

Serapan sebesar itu bukan sekadar angka di atas kertas. Bagi petani, kehadiran BULOG di pasar berarti hasil panen mereka punya pembeli pasti, terutama saat harga gabah berfluktuasi di musim panen raya.

Kepastian Pasar bagi Petani Jadi Sorotan

BP BUMN menempatkan penyerapan hasil panen dalam negeri sebagai bagian penting dari upaya menjaga ketersediaan cadangan beras pemerintah. Pasokan yang terkumpul dari petani lokal menjadi bantalan ketika produksi global atau cuaca tidak bersahabat.

Roziqin menegaskan komitmen BULOG untuk terus hadir bagi petani. Menurutnya, capaian serapan yang hampir menyentuh 100 persen mencerminkan peran BULOG sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional.

"BP BUMN mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran Perum BULOG. Capaian serapan yang hampir menyentuh 100 persen ini menunjukkan komitmen Perum BULOG untuk hadir bagi petani. BP BUMN akan terus mendukung Perum BULOG dalam menjalankan perannya sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional, demi mewujudkan swasembada pangan," ujar Muhammad Khoerur Roziqin, Direktur Pengelolaan Perum BP BUMN.

Dukungan BP BUMN ini menempatkan BULOG bukan hanya sebagai pembeli gabah, tetapi juga penjaga stabilitas pasar di tingkat petani. Ketika panen melimpah, serapan pemerintah mencegah harga jatuh terlalu dalam.

Beras SPHP Tersalur 810 Ribu Ton ke Masyarakat

Peran BULOG berlanjut di sisi hilir. Penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah mencapai lebih dari 810 ribu ton, atau sekitar 98 persen dari target 828 ribu ton.

Beras SPHP menyasar masyarakat yang membutuhkan akses pangan dengan harga terjangkau. Program ini menjadi instrumen pemerintah untuk menahan laju kenaikan harga beras di pasar ritel, terutama di daerah yang pasokannya tipis.

Selain SPHP, BULOG juga menyalurkan Bantuan Pangan untuk periode Juli-September 2026 yang telah mencapai sekitar 682 ribu ton. Penyaluran akan dilanjutkan dengan penugasan sebanyak 997 ribu ton untuk periode Oktober-Desember 2026.

Dua program itu memperlihatkan BULOG menjalankan fungsi ganda: menyerap produksi petani di hulu, lalu menyalurkannya kembali ke masyarakat di hilir. Rantai itu menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen.

Fondasi Menuju Swasembada Pangan

BP BUMN menyebut capaian serapan dan penyaluran ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak. Penguatan serapan dalam negeri menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

Dengan cadangan beras yang terus diperkuat dari produksi lokal, BULOG memegang fungsi strategis: menyerap panen petani, menjaga ketersediaan pasokan, hingga menyalurkan beras kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bagi pemerintah, angka 99 persen dari target serapan menjadi sinyal bahwa mesin pengadaan pangan dalam negeri berjalan sesuai jalur. Tantangan berikutnya adalah memastikan penyerapan tetap tinggi pada periode panen berikutnya, sekaligus menjaga kualitas cadangan beras agar tidak rusak di gudang.

Sumber: industry.co.id

Follow lineperistiwa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks