Pencarian

Pebisnis China-Indonesia Bahas Kemitraan Industri di Forum Tianjin 2026

Sabtu, 19 September 2026 • 06:42:31 WIB
Pebisnis China-Indonesia Bahas Kemitraan Industri di Forum Tianjin 2026
Forum China-ASEAN-Indonesia 2026 tentang kerja sama dan investasi kapasitas industri digelar di Tianjin, China utara.

LINEPERISTIWA.COM — Forum China-ASEAN-Indonesia 2026 tentang Kerja Sama dan Investasi Kapasitas Industri digelar di Tianjin, China utara, dengan agenda utama peningkatan struktur industri Indonesia dan pengembangan kawasan industri hijau. Perusahaan-perusahaan China mulai beralih dari sekadar ekspor produk menuju produksi lokal dan kolaborasi rantai pasokan. Peralihan ini membuka peluang investasi manufaktur dan infrastruktur digital bagi pelaku usaha di kedua negara.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Bedford Square Group (BSG) dan dihadiri perwakilan pemerintah, kalangan bisnis, lembaga promosi investasi Indonesia, organisasi pengusaha, kawasan industri, perusahaan infrastruktur, serta lembaga layanan profesional. Forum ini berfokus pada masuknya perusahaan ke kawasan industri, investasi manufaktur, infrastruktur hijau, pengembangan infrastruktur digital, dan operasional jangka panjang.

Latar belakang forum ini adalah berlanjutnya implementasi Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) dan peningkatan Kawasan Perdagangan Bebas China-ASEAN ke Versi 3.0. Kedua kerangka kerja sama itu mendorong perusahaan China untuk tidak lagi sekadar berdagang dan mengekspor produk, melainkan masuk ke kawasan industri, memproduksi secara lokal, berkolaborasi dalam rantai industri, dan beroperasi untuk jangka panjang.

Pemerintah Dorong Hilirisasi dan Kawasan Industri Hijau

Direktur Pusat Promosi Investasi Indonesia (IIPC) Beijing, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Rizaldi Indra Janu, menyatakan Indonesia terus mendorong pengembangan hilirisasi industri, energi hijau, dan manufaktur. Pemerintah juga meningkatkan kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, serta kebijakan fasilitasi investasi.

"Perusahaan-perusahaan China telah menjadi mitra investasi penting bagi Indonesia, dan kedua belah pihak masih memiliki ruang kerja sama yang sangat luas di bidang manufaktur, energi baru, infrastruktur, serta kolaborasi rantai industri," kata Rizaldi.

Pernyataan itu menegaskan posisi China sebagai salah satu sumber investasi utama bagi Indonesia, terutama di sektor-sektor yang masuk dalam prioritas hilirisasi. Kebijakan fasilitasi investasi di kawasan ekonomi khusus menjadi pintu masuk yang ditawarkan kepada perusahaan China yang ingin menempatkan kapasitas produksinya di dalam negeri.

Perusahaan China Beralih dari Perdagangan ke Investasi Terlokalisasi

Sumadi Kusuma, pendiri, presiden direktur, sekaligus CEO Global Putra International Group (GPI), yang juga Ketua Penyantun Abadi Perkumpulan Pengusaha Indonesia Tionghoa (PERPIT), menyampaikan bahwa kerja sama ekonomi dan perdagangan China-Indonesia semakin mendalam. Perusahaan-perusahaan China mempercepat peralihan dari perdagangan tradisional menuju investasi industri, lokalisasi manufaktur, dan kolaborasi rantai pasokan.

Berdasarkan pengalaman kewirausahaan lebih dari empat dekade di Indonesia, Sumadi menuturkan bahwa membangun kehadiran jangka panjang di Indonesia tidak hanya membutuhkan modal, teknologi, dan produk. Pemahaman yang kuat tentang undang-undang dan regulasi setempat, budaya, serta kondisi pasar juga menjadi syarat, di samping kemitraan lokal yang stabil.

Global Putra International Group akan memanfaatkan pengalaman lokal dan kapabilitas layanan rantai pasokannya untuk mendukung perusahaan China yang berinvestasi dan mendirikan operasional di Indonesia.

Lokalisasi Butuh Persiapan Sistematis

Kepala perwakilan Bedford Square Group di Indonesia, Liu Zhe, menilai perusahaan China yang berekspansi ke Indonesia tengah mempercepat transisi dari kerja sama berbasis perdagangan menuju investasi terlokalisasi, penempatan kapasitas industri, dan operasional jangka panjang. Pasar Indonesia dinilai memberikan peluang signifikan, tetapi lokalisasi yang berhasil memerlukan persiapan sistematis.

Persiapan itu mencakup akses investasi, pemilihan kawasan industri, mitra lokal, kepatuhan, dan koordinasi sumber daya. BSG akan memanfaatkan jaringan lokalnya di Indonesia serta kapabilitas layanan lintas batasnya untuk menghubungkan pemerintah daerah, kawasan industri, mitra industri, dan sumber daya layanan profesional.

Langkah tersebut diarahkan untuk memberikan dukungan lebih terarah bagi perusahaan China yang memasuki pasar Indonesia, sekaligus membantu mengubah intensi kerja sama menjadi proyek-proyek konkret.

Diskusi Sektoral Usai Forum

Menyusul forum, berbagai perusahaan dan lembaga China dan Indonesia menggelar diskusi tatap muka mengenai kawasan industri, manufaktur hijau, layanan air, infrastruktur digital, logistik dan rantai pasokan, serta layanan perusahaan. Diskusi ini membantu mengubah kebutuhan investasi, sumber daya industri, dan kemampuan perusahaan China menjadi peluang kerja sama yang lebih konkret.

Bagi pelaku usaha Indonesia, forum ini menandai pergeseran pola kemitraan: dari hubungan jual-beli menjadi kerja sama produksi dan rantai pasokan. Sektor kawasan industri, manufaktur hijau, layanan air, dan infrastruktur digital menjadi bidang yang paling banyak dibahas dalam pertemuan tersebut.

Sumber: antaranews.com

Follow lineperistiwa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks