Pencarian

DEN Minta Layanan Kesehatan Khusus di Enam Titik Terdampak Asap Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 • 06:02:31 WIB
DEN Minta Layanan Kesehatan Khusus di Enam Titik Terdampak Asap Karhutla
Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu menyampaikan usulan layanan kesehatan khusus bagi warga terdampak asap karhutla dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (21/10).

LINEPERISTIWA.COM — Dewan Ekonomi Nasional meminta pemerintah menyiapkan layanan kesehatan khusus, termasuk pembagian masker, bagi warga di enam titik yang paling terpapar asap kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, Jambi, dan Riau. Usulan itu disampaikan dalam pembahasan bersama Presiden Prabowo Subianto mengenai penanganan karhutla. Permintaan muncul saat 570,08 hektare lahan masih dalam proses pemadaman dan pendinginan.

Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu mengatakan pembahasan bersama Presiden Prabowo Subianto tidak hanya menyorot upaya pemadaman api, tetapi juga dampak kebakaran terhadap kesehatan masyarakat di wilayah yang tertutup asap. Menurut dia, penanganan karhutla perlu mencakup langkah di lapangan sekaligus perlindungan bagi warga yang paling terdampak.

"Kita juga memberi saran untuk melakukan pelayanan kesehatan di tempat-tempat yang paling terkena, yaitu tiga provinsi di Kalimantan, Jambi, dan Riau. Itu enam titik yang memang sangat terkena oleh asap dari kebakaran hutan," ujar Mari dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (21/10).

Enam Titik Jadi Prioritas Layanan Kesehatan

Mari menyebut layanan kesehatan bagi warga terdampak perlu disiapkan secara khusus, termasuk penyediaan masker untuk melindungi masyarakat dari paparan asap. Ia menilai langkah itu sejalan dengan penanganan di lapangan, antara lain pengairan lahan gambut agar titik api tidak kembali menyala.

"Bagaimana pemerintah juga memberi pelayanan kesehatan yang khusus kepada mereka-mereka, termasuk pembagian masker dan seterusnya," ujarnya.

Enam titik yang dimaksud berada di tiga provinsi Kalimantan, Jambi, dan Riau. Wilayah-wilayah itu tercatat sebagai lokasi dengan paparan asap paling pekat dalam penanganan karhutla periode ini.

570 Hektare Lahan Masih Dipadamkan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan, per 19 Oktober 2026, masih ada 570,08 hektare lahan yang dalam proses pemadaman dan pendinginan di enam provinsi prioritas. Dari total target penanganan seluas 1.024,33 hektare, tim gabungan telah memadamkan 454,25 hektare.

Sebaran lahan yang masih ditangani:

  • Kalimantan Tengah: 389,39 hektare
  • Sumatra Selatan: 108,50 hektare
  • Jambi: 64,50 hektare
  • Kalimantan Selatan: 7,50 hektare
  • Kalimantan Barat: 0,19 hektare
  • Riau: 3,30 hektare, seluruhnya telah dipadamkan

Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan beban penanganan terbesar, hampir 68% dari total lahan yang masih diproses. Riau menjadi satu-satunya provinsi yang seluruh lahan terdampaknya sudah dinyatakan padam.

49 Armada Udara dan 60 Ribu Personel Dikerahkan

Pemerintah mengerahkan operasi udara dan darat untuk menuntaskan karhutla. Sebanyak 49 armada udara disiapkan, terdiri atas 32 unit untuk pengeboman air dan 17 pesawat patroli maupun operasi modifikasi cuaca.

Di darat, lebih dari 60 ribu personel gabungan dikerahkan di enam provinsi prioritas. Kombinasi operasi udara dan darat itu menjadi tulang punggung pemadaman, terutama di lahan gambut yang rentan menyala kembali.

Apa Artinya bagi Warga dan Pelaku Usaha di Wilayah Terdampak

Bagi warga di enam titik prioritas, usulan DEN berarti akses layanan kesehatan dan masker berpotensi tersedia lebih cepat di posko-posko terdekat. Paparan asap berkepanjangan berisiko memicu gangguan pernapasan, terutama pada anak dan lansia.

Untuk pelaku usaha, terutama perkebunan dan logistik, sisa lahan yang belum padam di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan masih membuka risiko gangguan operasional dan jalur distribusi. Pemantauan titik api menjadi kunci sebelum aktivitas kembali normal.

DEN menempatkan layanan kesehatan sebagai bagian dari paket penanganan karhutla, bukan langkah terpisah. Mari menegaskan, perlindungan warga di wilayah terpapar asap harus berjalan bersamaan dengan upaya pemadaman di lapangan.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow lineperistiwa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks