LINEPERISTIWA.COM — Sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) memicu gangguan logistik dan lalu lintas udara nasional. Kementerian Perhubungan memutuskan memperpanjang penutupan sementara delapan bandara utama dan perintis hingga pukul 24.00 WIB guna memitigasi risiko keselamatan navigasi.
Keputusan perpanjangan ini diambil menyusul pergerakan abu vulkanik yang terpantau bergeser ke arah timur. Data pemantauan navigasi mendeteksi kecepatan hembusan mencapai lima knot pada ketinggian jelajah 15 ribu kaki, jalur lalu lintas krusial bagi koridor udara barat Indonesia.
"Hingga kini, dari delapan bandara terdampak, terhitung terdapat 1.558 flight yang tertunda dengan 170.000 penumpang tertahan," kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam siaran resminya.
Daftar Bandara dan Perpanjangan NOTAM
Evaluasi terus dilakukan secara intensif oleh Kementerian Perhubungan bersama BMKG, AirNav Indonesia, dan operator bandara. Sejumlah bandara yang ditutup meliputi hub utama penerbangan internasional dan rute regional antarpulau.
Delapan bandara yang mengalami penutupan operasional yakni:
- Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang (CGK) — NOTAM A3368/26 NOTAMR A3355/26 berlaku hingga 08.59 WIB (07 September 2026).
- Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta (HLP) — NOTAM A3369/26 NOTAMR A3354/26 berlaku hingga 08.59 WIB (07 September 2026).
- Bandara Radin Inten II Lampung (TKG) — NOTAM B1141/26 NOTAMR B1133/26 berlaku hingga 08.59 WIB (07 September 2026).
- Bandara Husein Sastranegara Bandung (BDO) — NOTAM C1102/26 NOTAMR C1098/26 berlaku hingga 08.59 WIB (07 September 2026).
- Bandara Budiarto Curug Tangerang (RTO) — NOTAM C1101/26 NOTAMR C1097/26 berlaku hingga 08.59 WIB (07 September 2026).
- Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan (PCB) — NOTAM C1104/26 NOTAMR C1095/26 berlaku hingga 08.59 WIB (07 September 2026).
- Bandara M. Taufik Kiemas Pesisir Barat Lampung (TFY) — NOTAM C1103/26 NOTAMR C1096/26 berlaku hingga 08.59 WIB (07 September 2026).
- Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatra Selatan.
Kesiapan Koridor Alternatif dan Penanganan Penumpang
Total 170.000 calon penumpang yang tertahan mencakup penumpang penerbangan langsung maupun rute lanjutan yang terdampak efek domino pembatalan jadwal. Guna mengurai penumpukan di terminal, pemerintah menyiapkan skema pendaratan alternatif bagi maskapai yang tetap beroperasi di luar koridor paparan debu.
Lima bandara disiagakan sebagai pengalih pendaratan (diversion airport): Kertajati, Ahmad Yani Semarang, Juanda Surabaya, Yogyakarta International Airport (YIA), dan Adi Soemarmo Solo. Maskapai dapat mengalihkan pesawat ke titik-titik tersebut sesuai izin terbang dan ketersediaan ruang parkir pesawat.
Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata InJourney bersama Angkasa Pura juga mengerahkan armada transportasi darat terintegrasi. Penumpang yang rutenya dialihkan ke bandara alternatif disiapkan armada bus dan kereta api secara gratis untuk melanjutkan perjalanan menuju destinasi akhir mereka.