LINEPERISTIWA.COM — IFA selalu menjadi ajang di mana ide-ide liar dari CES mulai berubah menjadi produk matang. Tahun ini, pameran di Berlin terasa lebih besar dan hampir semua pengumumannya menjadi sorotan utama, terutama di sektor komputasi. Tim Tom's Guide telah menguji langsung puluhan produk di lokasi untuk menyusun daftar 26 favorit mereka, dan kami merangkum yang paling relevan untuk pembaca di Indonesia.
Laptop Lenovo IdeaPad Vibe: Warna-warni, Murah, dan Bisa Diupgrade
Lenovo berkolaborasi dengan Pantone Institute untuk menciptakan tujuh pilihan warna yang punya "kepribadian" masing-masing pada laptop IdeaPad Vibe. Ini bukan sekadar laptop murah untuk pelajar; perangkat ini juga menawarkan fleksibilitas prosesor antara Qualcomm Snapdragon atau AMD Ryzen, dengan opsi Intel menyusul kemudian. Yang lebih penting, Lenovo tidak pelit port—masih ada USB-A, USB-C, microSD, HDMI, dan ruang untuk menambah SSD kedua.
Ini adalah angin segar di kelas laptop terjangkau yang biasanya mengorbankan fitur demi harga murah. Vibe membuktikan bahwa laptop fungsional tidak harus membosankan.
Nvidia RTX Spark N1X: PC yang Bekerja "Bersama" Kamu
Nvidia kembali menggoda pasar dengan platform RTX Spark N1X yang akan hadir dalam dua varian pada Oktober mendatang. Varian tertinggi memiliki GPU seukuran RTX 5070, sedangkan model dasarnya setara RTX 5060 Ti. Namun, yang paling menarik dari sesi pengujian langsung adalah demonstrasi "agentic AI"—komputer yang tidak sekadar menjalankan perintah, tetapi bekerja bersama pengguna untuk menyelesaikan tugas kompleks secara mandiri.
Performa yang ditawarkan sangat menjanjikan untuk kreator dan gamer, baik saat terhubung charger maupun menggunakan baterai. Ini bisa menjadi jawaban serius bagi dominasi MacBook Pro di segmen kreator.
Acer DualPlay Mini: Handheld Gaming yang Berubah Jadi Netbook
Acer membawa konsep aneh yang justru membuat kami penasaran: Project DualPlay Mini. Saat tertutup, perangkat ini adalah handheld gaming yang nyaman digenggam dengan haptic solid. Keajaiban mekanisnya terjadi saat layar dibuka dan diputar pada engselnya, mengubahnya menjadi mini laptop dengan keyboard QWERTY lengkap. Konsep ini sangat menarik untuk mereka yang ingin satu perangkat untuk gaming dan kerja dadakan.
Sayangnya, ini masih sekadar konsep. Tapi jika Acer benar-benar memproduksinya, ini bisa jadi kategori baru di dunia gaming.
Robot Vacuum Generasi Baru: Dari Roborock Saros 20 Flow hingga Ecovacs Deebot X12S
Dua pemain besar robot vacuum menghadirkan inovasi yang menyelesaikan masalah paling menjengkelkan: membersihkan robot itu sendiri. Roborock Saros 20 Flow menggunakan air mendidih untuk membersihkan mop head-nya secara otomatis. Dengan daya hisap 36.000Pa dan kemampuan menaiki ambang batas hingga 8,8 cm menggunakan kaki bawaan, robot ini sangat gesit di rumah bertingkat.
Sementara itu, Ecovacs Deebot X12S OmniCyclone mengambil pendekatan berbeda. Ia bukan sekadar vacuum, melainkan mesin pel basah-kering yang bisa membersihkan lantai paling kotor sekalipun. Stasiun pengisiannya ("Omni Station") mencuci roller dengan tekanan air tinggi setelah setiap siklus, dan robot mengisi daya sambil membersihkan diri untuk meminimalkan waktu tunggu.
Gadget AI dan Wearable: Dari Earbuds Plaud One hingga Exoskeleton Hypershell Halo
Plaud One membawa konsep AI notetaker ke level berikutnya. Alih-alih menempel di ponsel, perangkat ini berbentuk earbuds dengan agen AI konteks penuh yang bisa diajak bicara sepanjang hari, terhubung ke berbagai aplikasi, dan merangkum semua percakapan. Dukungan eSIM membuatnya selalu ter-update secara real-time.
Di dunia kebugaran, Speediance Gym Monster 3 adalah solusi gym rumahan untuk penyewa apartemen. Alat ini tidak perlu dibaut ke dinding, bisa dilipat dan dipindahkan, dengan resistensi digital hingga 220 pon dan penyesuaian 1 pon. Meski mahal di awal, tidak ada biaya langganan bulanan—beda dengan kompetitornya yang menerapkan sistem subscription.
TV dan Proyektor: TCL X11L dengan 20.736 Zona Dimming
Untuk urusan hiburan rumah, TCL membawa flagship X11L SQD-Mini LED TV dengan klaim kecerahan puncak hingga 10.000 nits dan 20.736 zona local dimming. Layar 4K 144Hz ini tersedia dalam ukuran 75, 85, dan 98 inci, dengan harga mulai USD 3.500 (sekitar Rp 56 juta). Di kelas proyektor, XGIMI Aura 3 Max menjadi yang pertama menawarkan 4K 120Hz dengan ultra-short-throw, ideal untuk gaming split-screen di layar hingga 200 inci.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli
Beberapa produk di atas masih berstatus konsep atau belum memiliki tanggal rilis resmi untuk pasar global, apalagi Indonesia. Tecno, misalnya, memamerkan konsep smartphone tanpa bezel yang sangat ringan dengan baterai 6.150mAh, tapi belum ada kepastian kapan akan diproduksi massal. DJI Osmo 360 II juga kemungkinan tidak akan masuk pasar AS secara resmi, dan sejarahnya, produk DJI sering hadir di Indonesia dengan harga lebih tinggi dari harga global.
Untuk laptop dan PC, pastikan kamu mempertimbangkan biaya garansi dan ketersediaan suku cadang di Indonesia. Produk seperti Acer Vero 16 yang modular memang menarik karena bisa diupgrade, tetapi pastikan layanan servis resminya menjangkau kotamu.
Verdict kami: IFA 2026 menunjukkan bahwa inovasi tidak lagi datang dari satu brand saja. Lenovo membuktikan laptop murah bisa menyenangkan, Nvidia mendorong PC menjadi lebih cerdas, dan robot vacuum akhirnya benar-benar mandiri. Pilih produk yang menyelesaikan masalah spesifikmu, bukan yang paling ramai dibicarakan.