Pencarian

Tim Mabes TNI Sosialisasi Karhutla di Tasik Putri Puyu

Selasa, 01 September 2026 • 09:04:37 WIB
Tim Mabes TNI Sosialisasi Karhutla di Tasik Putri Puyu

Meranti (Riau), LPC

Tim Sosialisasi Karhutla dari Mabes TNI melaksanakan monitoring sekaligus sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB tersebut berlangsung di Kantor Camat Tasik Putri Puyu, Jalan Bangun, Desa Bandul. Tim dipimpin Kolonel Adm Dayatmoko dan Letkol Ckm Widodo Nugroho, didampingi Danramil 06/Merbau Kapten Arh Rickman Sinaga bersama tiga personel.

Kedatangan tim disambut Camat Tasik Putri Puyu M. Nazir, S.Pd., M.Si., Sekcam Mashuri, S.T., kepala UPT se-Kecamatan Tasik Putri Puyu, para kepala desa, perwakilan PT RAPP Areal Pulau Padang, Bhabinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat serta sekitar 60 tamu dan undangan.

Dalam sambutannya, Camat Tasik Putri Puyu M. Nazir menyampaikan bahwa Karhutla dapat memberikan dampak besar terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di ladang maupun hutan, termasuk tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Mabes TNI yang telah mengutus Tim Sosialisasi Karhutla. Ini merupakan bentuk perhatian TNI terhadap masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla," ujarnya.

Sementara itu, Kolonel Adm Dayatmoko menjelaskan bahwa Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu sektor ekonomi, kesehatan, transportasi, pertanian hingga pendidikan.

Menurutnya, sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya TNI menjalankan perintah pimpinan untuk memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan Karhutla di berbagai daerah.

"Di wilayah lahan gambut, salah satu langkah yang efektif dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla adalah dengan menyiapkan kanal dan embung sebagai sumber air," jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, perusahaan serta instansi terkait dalam melakukan pencegahan Karhutla.

Dayatmoko menegaskan, kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan perhatian negara kepada masyarakat, sekaligus upaya membangun kesiapsiagaan bersama menghadapi potensi Karhutla.

Senada, Letkol Ckm Widodo Nugroho mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan kampung halaman agar terbebas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Dalam sesi tanya jawab, masyarakat menyampaikan sejumlah kebutuhan di lapangan, terutama terkait keterbatasan sarana dan prasarana pemadaman Karhutla.

Masyarakat berharap adanya dukungan peralatan pemadaman apabila terjadi kebakaran, mengingat perlengkapan yang tersedia saat ini masih terbatas. Selain itu, masyarakat juga mengusulkan dukungan alat berat untuk pembangunan kanal dan embung di desa-desa Kecamatan Tasik Putri Puyu.

Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman Karhutla semakin meningkat. Sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, perusahaan dan masyarakat juga diharapkan dapat terus diperkuat, khususnya dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Kepulauan Meranti.

Permintaan dukungan sarana pemadaman serta alat berat untuk pembangunan kanal dan embung juga dinilai perlu mendapat tindak lanjut, terutama di wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut dan rawan terjadi Karhutla.

Follow lineperistiwa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks