Pencarian

Amran Copot 13 Pejabat Kementan karena Judi Online, Deposit hingga Rp200 Juta

Selasa, 01 September 2026 • 09:06:01 WIB
Amran Copot 13 Pejabat Kementan karena Judi Online, Deposit hingga Rp200 Juta
Menteri Pertanian mencopot 13 pejabat eselon Kementan terkait pelanggaran disiplin judi online.

LINEPERISTIWA.COM — Keputusan ini diumumkan Amran dalam konferensi pers di kantor Kementan, Jakarta Selatan, Senin (31/8). Amran menyebut pencopotan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan internal dan menelusuri kebenarannya. "13 orang kami copot karena tidak disiplin, ikut judi online. Kami copot semua, 13 (orang)," katanya.

Pencopotan berlaku permanen. Inspektur Jenderal Irham Waroihan dan Sekretaris Jenderal Suwandi diminta segera menunjuk pengganti.

Sanksi Permanen untuk 13 Pejabat Eselon

Ketigabelas pejabat yang dicopot merupakan pejabat eselon. Tim Inspektorat Jenderal Kementan melakukan penelusuran dan verifikasi sebelum keputusan dijatuhkan. "Yang jelas pejabat, ya. 13 (orang) eselon semua, pejabat semua. Sudah ditelusuri, sudah lengkap datanya," ujarnya.

Langkah ini diambil sebagai konsekuensi atas pelanggaran disiplin. Menurut Amran, aparatur sipil negara (ASN) tidak seharusnya menjadi contoh buruk bagi publik.

Riwayat Peringatan yang Diabaikan

Kasus judi online di lingkungan Kementan sebenarnya pernah muncul sebelumnya, meski dalam skala kecil. Saat itu, kementerian memilih memberikan pembinaan dan peringatan.

"Dulu pernah ada kecil-kecil (kejadian yang sama), kami beri peringatan. Kami mencoba pembinaan, memberi peringatan. Ternyata berulang. Lebih baik ini diberhentikan, dicopot sekalian," ujar Amran.

Deposit Judi Online Hampir Rp200 Juta

Amran mengungkapkan, salah satu pegawai Kementan memiliki deposit judi online hingga hampir Rp200 juta. Namun, ia belum memerinci lebih lanjut kasus tersebut.

Kementan sendiri memiliki sekitar 52 ribu pegawai. Dari jumlah itu, hanya 13 pejabat yang dicopot dalam kasus ini. "Pegawainya Kementan, ingat, itu ada 52 ribu, pejabatnya dicopot hanya 13 (orang), enggak masalah. Copot permanen diganti hari ini," katanya.

Ancaman Sanksi untuk Pelanggaran Berulang

Amran membuka peluang memberikan sanksi serupa bagi pegawai lain yang kedapatan mengulangi perbuatan tersebut. Prosesnya tetap melalui penelusuran dan verifikasi terlebih dahulu.

"Kalau mengulangi, peluangnya sangat besar saya berhentikan," katanya.

Keputusan ini, menurut Amran, juga mempertimbangkan tanggung jawabnya sebagai pimpinan terhadap pegawai dan keluarganya. "Karena kasihan pada anaknya, kasihan pada istrinya. Masa saya lebih sayang anaknya daripada mereka? Dan itulah bukti cinta saya pada mereka," ujarnya.

Soal moralitas, Amran menegaskan pejabat publik tidak boleh memberi teladan buruk. "Ini tidak boleh, ini melanggar, kita sebagai umat beragama, kita sebagai anak bangsa, apalagi kita PNS, kita ini pelayan, itu tidak boleh. Enggak boleh memberi contoh yang tidak baik," katanya.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow lineperistiwa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks