Pencarian

Harga Emas Tembus USD4.680, Tertinggi Sejak Mei, Dolar AS Melemah

Selasa, 25 Agustus 2026 • 08:18:01 WIB
Harga Emas Tembus USD4.680, Tertinggi Sejak Mei, Dolar AS Melemah
Harga emas menembus level USD4.680, level tertinggi sejak Mei, didorong pelemahan dolar AS dan imbal hasil obligasi yang stabil.

LINEPERISTIWA.COM — Penguatan harga emas mengawali perdagangan pekan ini dengan momentum bullish yang solid. Selain faktor teknikal, imbal hasil obligasi AS yang stabil dan cenderung turun pada Senin turut menjadi katalis positif bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil (yield).

Dua Katalis Utama di Balik Reli Emas

Katalis pertama datang dari kebijakan fiskal AS. Pengumuman pembelian kembali obligasi oleh Departemen Keuangan AS memicu optimisme pasar dan secara bersamaan menekan nilai tukar dolar. Pelemahan dolar membuat emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga meningkatkan daya tariknya.

Katalis kedua berasal dari pergerakan teknikal. Setelah berhasil menembus level resistensi kunci, aksi beli lanjutan dari para trader menguatkan laju harga. "Fundamental dan teknikal emas kini sama-sama menunjukkan sinyal bullish untuk mengawali perdagangan pekan ini," ujar analis pasar di American Gold Exchange, Jim Wyckoff, dikutip dari Reuters.

Proyeksi Pergerakan Harga ke Depan

Wyckoff menilai ruang pergerakan emas dalam beberapa pekan ke depan masih cenderung sideways hingga menguat. Kondisi ini diprediksi bertahan selama belum muncul sinyal pembalikan arah (reversal) dari sisi teknikal.

Stabilitas imbal hasil obligasi menjadi faktor penting yang menopang harga. Jika imbal hasil terus tertahan di level rendah, peluang emas untuk melanjutkan penguatan masih terbuka lebar.

Sinyal dari Data Inflasi AS

Pelaku pasar kini mengalihkan fokus ke rilis data inflasi AS yang dijadwalkan keluar pekan ini. Data tersebut akan menjadi penentu arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya.

Jika inflasi menunjukkan tanda-tanda mendingin, ekspektasi pemangkasan suku bunga akan menguat. Kondisi ini berpotensi mendorong harga emas lebih tinggi lagi karena biaya oportunitas memegang aset non-yield seperti emas menjadi lebih rendah.

Sebaliknya, jika data inflasi lebih panas dari perkiraan, tekanan terhadap emas bisa muncul. Pasar akan mengantisipasi sikap hawkish The Fed yang dapat memperkuat dolar AS.

Investasi mengandung risiko.

Sumber: idxchannel.com

Follow lineperistiwa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks