Warga Batu Teritip Dumai Diduga Tewas Diterkam Harimau
Kota Dumai (Riau), Lineperistiwa.com
Konflik manusia dengan harimau kembali terjadi. Samino (53) warga jalan Lintas PU RT 01 kelurahan Batu Teritip kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai ditemukan tidak bernyawa dengan kondisi tubuh tercabik-cabik (Selasa, 29/06/21) sekitar pukul 14.00 WIB kemarin.
Tengkorak kepala korban pecah dan benaknya (otak) tidak ditemukan. Tangan kanan dan kaki kanannya putus. Sedangkan tangan kiri dan kaki kiri belum ditemukan. Pada bagian tubuh korban terdapat banyak bekas cakaran maupun gigitan. Celana training yang dipakai korban juga tampak robek-robek.
Menurut informasi yang diperoleh, korban Samino berangkat bekerja untuk menyemprot kebun milik Osnes Sitorus pada, Jumat (25/06/21) pekan lalu.
Korban berangkat menggunakan sampan. Tidak berapa lama menantunya, Bambang menyusul menggunakan motor dan mereka bertemu di kebun sekitar pukul 10.00 WIB. Kemudian menantu korban pulang ke rumah sekitar pukul 13.00 WIB.
Dalam perjalanan pulang, Bambang mengaku bertemu hewan besar warna coklat yang jaraknya lebih kurang 300 meter. Setelah menunggu beberapa saat dan hewan itu jauh, Bambang baru kembali melintas.
Sementara korban sejak berangkat ke kebun pada tanggal 25 Juni hingga 29 Juni 2010 tidak pernah memberi kabar atau menelpon ke rumah.
Hal itu membuat menantunya khawatir. Bambang kemudian menyusul mertuanya tersebut ke kebun pada hari Selasa 29 Juni sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam perjalanan dia bertemu Lukman Darmanto teman kerja korban di kebun sawit. Selama bekerja mereka tinggal di barak yang disediakan pemilik kebun.
Bambang menanyakan keberadaan mertuanya karena tidak ada mengabari sejak berangkat pada hari Jumat pekan lalu. Namun Lukman mengaku tidak tahu dan malah mengira korban sudah pulang ke rumah. Dirinya mengaku sempat beberapa kali menghubungi nomor telpon seluler korban, tapi tidak diangkat.
Menurut Lukman, dirinya terakhir kali bertemu korban pada hari Minggu sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu Samino (korban) menyampaikan mau mengecek mesin air yang jaraknya lumayan jauh dari barak. Setelah itu tidak berjumpa lagi dan Lukman menyangka korban sudah langsung pulang ke rumah.
Mendapat informasi seperti itu, Bambang kemudian mengabari ibu mertuanya (istri korban) dan meminta bantuan kepada warga untuk ikut melakukan pencarian. Upaya yang dilakukan membuahkan hasil. Berawal dari ditemukannya topi milik korban oleh Rizal salah seorang warga yang membantu pencarian korban. Kemudian juga berhasil ditemukan celana training yang dipakai korban, serta beberapa bagian tubuh diantaranya tengkorak yang sudah kosong isinya, tangan kanan dan kaki kanan serta bagian badan yang ditemukan di lokasi yang berbeda-beda. Berdasarkan temuan itu, warga kemudian menghubungi pihak kepolisian karena mereka tidak berani mendekat. Petugas dari Inafis Polres Dumai sampai di TKP sekitar pukul 16.30 WIB dan langsung melakukan proses identifikasi. Hasilnya, jasad yang ditemukan itu dipastikan bagian dari potongan tubuh Samino yang hilang sejak beberapa hari lalu. Korban diduga tewas akibat diserang binatang buas. Apalagi di daerah tersebut diduga masih berkeliaran harimau yang meresahkan petani di kebun. Selain itu juga ditemukan jejak kaki induk Harimau dan anak-anaknya.Saat ini jenazah korban sudah di kembalikan kepada pihak keluarga untuk di kebumikan secara layak dan pihak keluarga korban menerima dengan ikhlas kondisi jenazah korban.
Pada sisi lain menurut World Wide Fund for Nature (WWF) Provinsi Riau lokasi kejadian tersebut adalah rumah bagi sepertiga dari seluruh populasi Harimau Sumatera. Sayangnya, meskipun dilindungi secara hukum, populasi harimau terus mengalami penurunan hingga 70% dalam seperempat abad terakhir. Sebagai satwa dilindungi berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Harimau Sumatera yang bernama latin Panthera Tigris Sondaica ini hanya tersisa ±400 ekor saja. Berbagai aktivitas manusia telah menggerus alam rimba yang dulunya adalah hutan.(LPC/ Tim)
Dugaan Pelecehan Anak di Bawah Umur Gegerkan Desa Koto Tandun, Warga Minta APH Bertindak Tegas
Rohul (Riau), LPCDugaan tindak pidana pelecehan terhadap anak di bawah um.
Respon Cepat CC 110, Polsek Siantar Marihat Pertemukan Anak 6 Tahun Terpisah Dengan Orangtuanya di Jalan Durian
Pematang Siantar (Sumut), LPCPolres Pematangsiantar melalui personil pike.
Diduga Tanpa Izin, Disinyalir Rit dan AR Bebas Menggarap Hutan di Sungai Sembilan
Kota Dumai (Riau), LPCMaraknya perambahan hutan di Kecamatan Sungai Sembi.
Bantah Isu Kabur, Kades Sinama Nenek Jelaskan Status Hukum dan Kepergiannya
Rohul (Riau), LPCMenanggapi pemberitaan yang beredar luas dengan judul "D.
Diduga Membangkang Kebijakan Negara, Miswan Minta Gerindra Evaluasi Anggota DPRD Rohul
Rohul (Riau), LPCKetua LSM KOREK Riau, Miswan, mendesak Partai Gerindra u.
Gerakan Pemuda Sosial (GPS-PALAS) Geruduk Kantor Kejari, Hentikan Seluruh Aktivitas PT DNS di Kawasan Hutan yang Sudah Ditertibkan
Palas (Sumut), LPCSejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda .








