LINEPERISTIWA.COM — Kepastian absennya bomber asal Brasil itu diumumkan Persib jelang laga krusial kontra wakil Filipina. Kehilangan Barros menjadi pukulan telak bagi lini serang Pangeran Biru, apalagi tim juga tidak akan mendapat dukungan langsung dari Bobotoh di stadion.
Sanksi Dua Laga dari AFC, Satu Masih Tergantung Kelolosan
Barros harus menerima kenyataan pahit setelah kartu merah yang ia terima saat Persib bertemu Ratchaburi di babak 16 besar ACL 2 musim lalu. Komite Disiplin AFC menjatuhkan hukuman larangan bermain dua pertandingan.
Satu laga ia jalani saat melawan Manila Digger nanti, sementara satu hukuman lainnya baru akan berlaku apabila Persib sukses melewati playoff dan lolos ke fase grup. Situasi ini jelas menjadi kerugian besar bagi kedalaman skuad asuhan Igor Tolic.
Bermain Tanpa Bobotoh, Barros Siap Beri Dukungan dari Tribun
Meski tidak bisa berjuang di lapangan, pemain berusia 31 tahun itu memastikan dirinya tetap hadir di stadion untuk memberi semangat rekan setimnya. Ia mengaku pilu karena posisinya kali ini hanya bisa menjadi suporter.
"Saya merasa sedikit sedih karena tidak bisa berada di lapangan untuk membantu Persib. Namun, saya akan berada di barisan suporter untuk mendukung rekan-rekan setim agar kami bisa tampil maksimal dan mengamankan tiket lolos," kata Barros dilansir dari laman resmi klub.
Ia juga menyoroti absennya Bobotoh yang biasanya menjadi pemain ke-12. Meski begitu, Barros berharap doa dan energi positif dari pendukung tetap mengalir untuk kemenangan tim.
Modal Kemenangan Musim Lalu, Target Ulangi Hasil Serupa
Persib memiliki kenangan manis saat berjumpa Manila Digger di playoff ACL 2 2025/2026. Kala itu, tim besutan Bojan Hodak menang tipis 2-1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
"Ini pertandingan yang pernah kami jalani tahun lalu dan kami menang 2-1. Kami berharap bisa mengulang kemenangan itu musim ini. Walau tidak main, saya percaya teman-teman bisa memenangkan pertandingan," ucap Barros.
Kemenangan menjadi harga mati bagi Persib. Jika gagal menaklukkan Manila Digger, maka mimpi tampil di kompetisi antar klub elite Asia musim depan langsung sirna.