Angka tersebut disampaikan Ahmad Nur Aulia seusai rapat koordinasi panitia daerah MotoGP Mandalika di Kantor Gubernur NTB, Jumat sore (21/8/2026). Pihaknya optimistis target jumlah penonton yang hadir langsung di sirkuit dapat tercapai, bahkan berpotensi terlampaui seiring dengan persiapan infrastruktur yang terus dimatangkan.
Akses Khusus Difabel dan Pembenahan Infrastruktur Menuju Sirkuit
Salah satu pembeda penyelenggaraan tahun ini adalah hadirnya tribune serta aksesibilitas khusus bagi penonton penyandang disabilitas. PT ITDC bersama MGPA selaku pengelola kawasan Sirkuit Mandalika menyiapkan layanan inklusif ini untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Penyelenggaraan ini sudah memasuki tahun kelima dan kami makin terbiasa. Namun, ada catatan menarik tahun ini, yakni dibukanya akses dan tribune khusus bagi kaum disabilitas dengan penanganan yang juga khusus," jelas Aulia.
Di luar sirkuit, Pemprov NTB bersama instansi terkait masih fokus pada pembenahan fisik ruas jalan. Perbaikan titik jalan amblas di bypass dari Bundaran Bizam menuju Bundaran Sunggung Mandalika serta peningkatan penerangan jalan umum (PJU) tengah dikebut oleh BPTD dan BPJN.
Extra Flight dan Kesiapan Bandara Lombok untuk Kedatangan Kru Tim
Pintu masuk utama penonton dan kru tim, Bandara Internasional Lombok, juga menjadi perhatian serius. Angkasa Pura Indonesia bakal mengoptimalkan layanan bandara, termasuk opsi penambahan penerbangan atau extra flight untuk mengantisipasi lonjakan kedatangan.
"Bandara adalah first impression kedatangan pembalap maupun penonton. Ini momen untuk kita terus melakukan perataan dan perbaikan layanan yang lebih baik ke depannya," tegas Aulia.
Judika hingga Happy Asmara Siap Meriahkan Panggung Hiburan
Panitia tidak hanya menyiapkan aksi balap di lintasan. Panggung hiburan akan digelar selama dua hari berturut-turut dengan menghadirkan musisi papan atas Tanah Air. Judika dan Happy Asmara dipastikan bakal menghibur penonton yang hadir.
Selain itu, atraksi budaya dan titik kuliner lokal juga disebar di sejumlah destinasi di Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Tengah. Panggung hiburan tidak hanya terpusat di dalam sirkuit, melainkan menyebar ke beberapa kawasan.
Panitia juga mengevaluasi rundown konser agar tidak mengganggu jam operasional pusat kuliner di Kota Mataram. "Evaluasi kami dari tahun-tahun sebelumnya, jangan sampai penonton selesai menyaksikan konser terlalu larut malam, lalu saat masuk Mataram jam 11-12 malam kesulitan mencari kuliner. Penataan waktu ini yang terus kami matangkan agar pelaku UMKM kuliner kita juga memetik dampak ekonominya," pungkas Aulia.