Bengkalis (Riau), LPC
Lahan kosong dan kawasan tanah gambut di Desa Pelantai, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, menjadi sasaran patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dilakukan Babinsa Koramil 06/Merbau Serda Syahrul, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai langkah deteksi dini sekaligus mengantisipasi munculnya titik api di wilayah yang dinilai rawan Karhutla.
Patroli yang dimulai sekira pukul 09.12 WIB itu menyasar kawasan Dusun 3 RT 1 Desa Pelantai. Selain melakukan pemantauan, Serda Syahrul turut memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait larangan membakar hutan dan lahan serta mengajak warga ikut menjaga lingkungan dari potensi kebakaran.
Serda Syahrul mengatakan pencegahan menjadi langkah utama dalam menghadapi ancaman Karhutla, khususnya di kawasan lahan gambut.
“Patroli ini kami lakukan untuk memastikan kondisi wilayah tetap aman sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun,” ujarnya.
Dalam patroli tersebut, Babinsa juga melakukan pengecekan terhadap sumber air yang tersedia di sekitar wilayah rawan Karhutla. Embung dan kanal diperiksa untuk memastikan keberadaannya sebagai bagian dari kesiapsiagaan apabila terjadi kebakaran dan membutuhkan sumber air untuk penanganan.
“Kami mengecek embung dan kanal yang ada di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi. Sumber air ini penting untuk diketahui apabila sewaktu-waktu terjadi Karhutla,” kata Serda Syahrul.
Selain pengecekan kondisi lahan dan sumber air, Babinsa terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap atau tanda-tanda kebakaran agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.
Hasil pemantauan menunjukkan tidak ditemukan titik api maupun asap selama patroli berlangsung. Kondisi wilayah yang menjadi sasaran patroli terpantau aman dan kegiatan berjalan dengan lancar tanpa adanya hal menonjol.
Serda Syahrul menegaskan pemantauan terhadap kawasan rawan Karhutla akan terus dilakukan secara berkala.
“Kami akan tetap memonitor wilayah ini dan mengajak masyarakat bersama-sama mencegah Karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar karena dampaknya dapat merugikan lingkungan dan masyarakat,” pungkasnya.