Bengkalis (Riau), LPC
Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan Babinsa Koramil 06/Merbau dengan menyambangi sejumlah wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran di Desa Selat Akar, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu, 12 Agustus 2026.
Dalam kegiatan yang dimulai sekira pukul 10.00 WIB tersebut, Babinsa Koramil 06/Merbau Pratu Hasibuan melaksanakan patroli dengan menyusuri kawasan lahan kosong dan tanah gambut milik masyarakat. Patroli dilakukan sebagai langkah antisipasi sekaligus memastikan kondisi wilayah tetap aman dari potensi Karhutla.
Pratu Hasibuan juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai larangan membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Edukasi tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat agar turut menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran yang dapat meluas.
Babinsa Koramil 06/Merbau Pratu Hasibuan mengatakan bahwa patroli dilakukan secara rutin terutama pada kawasan yang memiliki potensi kerawanan Karhutla.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan karena dapat memicu kebakaran, terlebih wilayah ini terdapat lahan gambut yang apabila terbakar akan sulit dikendalikan,” ujar Pratu Hasibuan.
Selain menyusuri kawasan rawan, Babinsa juga melakukan pengecekan terhadap sumber-sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk penanganan awal apabila terjadi kebakaran. Pemeriksaan dilakukan terhadap embung dan kanal yang berada di sekitar wilayah Desa Selat Akar guna memastikan ketersediaan sumber air tetap dapat mendukung upaya penanggulangan Karhutla.
“Pengecekan sumber air seperti embung dan kanal juga penting dilakukan sebagai langkah kesiapsiagaan. Dengan mengetahui lokasi sumber air, upaya penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran,” kata Pratu Hasibuan.
Selama pelaksanaan patroli, kondisi wilayah Desa Selat Akar terpantau aman dan kondusif. Dari hasil pemantauan di sejumlah lokasi yang menjadi sasaran patroli, tidak ditemukan adanya titik api maupun kepulan asap yang mengindikasikan terjadinya Karhutla.
Pratu Hasibuan mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga wilayah dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
“Kami berharap masyarakat terus berperan aktif menjaga lingkungan, segera melaporkan apabila melihat adanya titik api atau asap, serta tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun,” tutupnya.