Pertamina Targetkan 332 Desa Energi Berdikari hingga Akhir 2026, Fokus Hilirisasi Riset Kampus

Pertamina menargetkan pengembangan 332 Desa Energi Berdikari hingga akhir 2026, dengan fokus pada hilirisasi riset kampus.
Penulis: Sutomo
Jumat, 28 Agustus 2026 | 08:33:31 WIB

LINEPERISTIWA.COM — Target tersebut mengemuka dalam Festival Desa Energi Berdikari Pertamina 2026 yang digelar di Grha Pertamina, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Ajang ini mempertemukan pemerintah, akademisi, inovator, dan penggerak masyarakat untuk memperluas adopsi teknologi tepat guna di desa.

Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza mengatakan konsep DEB tidak berhenti pada pengenalan teknologi. Masyarakat desa diajak memahami potensi energi terbarukan, dilatih mengoperasikannya, hingga pada akhirnya menuai manfaat ekonomi.

"Konsep dasarnya adalah awareness masyarakat untuk bisa mengetahui potensi energi terbarukan. Lalu masyarakat diajak untuk mengenal energi terbarukan dan selanjutnya masyarakat dilatih untuk bisa menggunakan energi tersebut. Pada akhirnya program ini akan memberikan benefit ekonomi kepada masyarakat," jelas Oki dalam sambutannya.

Mayoritas Program Garap Sektor Ketahanan Pangan

Dari 269 program DEB yang berjalan, sebanyak 166 di antaranya berfokus pada ketahanan pangan. Sisanya, 58 program dikembangkan sebagai wisata energi dan 45 lainnya mengusung konsep pesisir modern.

Infrastruktur yang terpasang meliputi 237 panel surya, 21 instalasi metana dan biogas, delapan mikrohidro, dua biodiesel, serta satu sistem hybrid. Total kapasitas energi baru terbarukan yang dikelola mencapai sekitar 1,35 MWp, dengan produksi biogas dan metana 959.302 meter kubik.

Dampak sosialnya cukup luas. Program ini menjangkau 283.961 jiwa, termasuk 62 penyandang disabilitas, dan menciptakan nilai ekonomi sekitar Rp5,65 miliar per tahun. Di sektor pangan, DEB mendukung produksi padi hingga 21.357 ton per tahun serta berkontribusi memangkas emisi karbon kumulatif sekitar 1,09 juta ton CO2e.

Menristek: Banyak Riset Kampus Siap Diterapkan di Desa

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto menilai program ini menjadi contoh konkret pemanfaatan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat akar rumput. Ia menyebut banyak hasil riset perguruan tinggi yang masih menunggu untuk diimplementasikan.

"Kami juga akan dengan senang hati mengkoordinasikan teknologi-teknologi apa saja yang sudah berhasil di kampus-kampus itu dan bisa siap diimplementasikan di desa-desa energi berdikari," ujar Brian saat membuka festival.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor antara industri, pemerintah, kampus, dan komunitas membuka ruang lebih luas bagi hilirisasi riset. "Ini program yang positif," tegasnya.

Peran Local Hero dan Komitmen 53 Lokasi Baru

Keberlanjutan program menjadi perhatian utama. Oki menuturkan Indonesia memiliki sekitar 75 ribu desa dengan potensi energi dan ekonomi lokal yang beragam. Namun, intervensi awal saja tidak cukup tanpa penggerak di lapangan.

"Kita perlu membantu desa-desa tersebut supaya bisa maju seperti desa-desa di negara maju. Untuk itu dibutuhkan local heroes yang bisa hadir di setiap desa," kata Oki.

Saat ini terdapat 223 Local Hero tersertifikasi yang bertugas mengoperasikan dan menjaga keberlanjutan pemanfaatan energi di komunitas masing-masing. Dalam festival tersebut, Pertamina menandatangani komitmen pengembangan 53 lokasi DEB baru melalui kolaborasi teknologi tepat guna, kerja sama kementerian dan universitas, serta keterlibatan inovator Pertamuda.

Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita menambahkan, pengembangan DEB bertujuan membangun ekosistem yang menghubungkan teknologi, kapasitas masyarakat, dan aktivitas ekonomi. "Pendekatan tersebut diharapkan membuat energi terbarukan tidak berhenti sebagai fasilitas, melainkan menjadi penggerak produktivitas dan kemandirian ekonomi masyarakat desa," ujarnya.

Reporter: Sutomo