The Fed Isyaratkan Tak Buru-Buru Naikkan Suku Bunga, Pasar Tenaga Kerja AS Stabil
LINEPERISTIWA.COM — Presiden Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, menegaskan masih ada banyak waktu bagi bank sentral Amerika Serikat untuk memutuskan langkah suku bunga berikutnya. Sikap tersebut muncul setelah data ketenagakerjaan terbaru menunjukkan perekrutan hanya bertambah 29.000 orang pada September, sementara tingkat pengangguran naik ke 4,2 persen. Bagi pelaku pasar global, sinyal ini menegaskan The Fed belum terdorong menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
Pernyataan Hammack disampaikan dalam wawancara dengan PBS, dan dikutip Investing. Menurutnya, laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat terbaru sejalan dengan tren beberapa bulan terakhir, bukan sebuah anomali yang mengubah arah kebijakan secara mendadak.
Data September memperlihatkan penambahan lapangan kerja hanya 29.000 orang. Angka itu jauh di bawah rata-rata 12 bulan terakhir yang mencapai 41.000 pekerjaan baru per bulan, sekaligus disertai kenaikan tingkat pengangguran ke 4,2 persen.
Pasar Tenaga Kerja Dinilai Masih Seimbang
Hammack menilai angka-angka tersebut sebagian besar masih sejalan dengan perkiraan titik impas sektor tenaga kerja. Artinya, perekrutan berjalan pada level yang cukup untuk menahan pengangguran tetap stabil, tanpa memicu tekanan berlebih pada pasar kerja.
"Rata-rata, apa yang telah kita lihat selama 12 bulan terakhir adalah 41.000 pekerjaan baru yang diciptakan setiap bulan. Itu sebagian besar sejalan dengan perkiraan saya tentang titik impas untuk sektor tersebut, yang artinya menunjukkan tren stabilitas untuk sektor perekrutan," kata Hammack.
Dengan pembacaan itu, Hammack tidak melihat urgensi bagi The Fed untuk segera mengubah sikap kebijakan. Pasar tenaga kerja yang stabil memberi ruang bagi bank sentral mencermati data berikutnya sebelum mengambil keputusan.
Ruang Waktu Sebelum Pertemuan Akhir Bulan
Hammack menegaskan masih akan ada banyak informasi masuk sebelum pertemuan kebijakan The Fed di akhir bulan. Menurutnya, jeda waktu itu cukup untuk menentukan sikap kebijakan yang tepat, dengan tetap memperhatikan kedua sisi mandat The Fed, yakni stabilitas harga dan lapangan kerja.
"Kita masih akan memiliki banyak informasi sebelum pertemuan kita di akhir bulan, jadi masih ada banyak waktu untuk membuat keputusan tentang sikap kebijakan yang tepat untuk memastikan kita memenuhi kedua sisi mandat kita," ujarnya.
Pernyataan tersebut memperkuat isyarat bahwa sejumlah pejabat The Fed semakin enggan terburu-buru menaikkan suku bunga lagi. Fokus mereka bergeser ke pembacaan data secara menyeluruh, bukan reaksi cepat terhadap satu laporan bulanan.
Implikasi bagi Pasar Global dan Indonesia
Sinyal dari The Fed ini menjadi perhatian pelaku pasar, termasuk di Indonesia. Ekspektasi suku bunga AS yang tidak segera naik biasanya berdampak pada pergerakan dolar AS dan arus modal ke pasar negara berkembang, termasuk bursa saham dan obligasi domestik.
Meski begitu, arah kebijakan akhir tetap bergantung pada data yang masuk hingga pertemuan akhir bulan. Pelaku pasar akan mencermati rilis data tenaga kerja dan inflasi berikutnya sebagai penentu ekspektasi suku bunga.