Pemerintah Buka Suara soal Manajer Kopdes Tak Sesuai Domisili, Ini Penjelasannya

Pemerintah menjelaskan mekanisme penempatan 28.620 manajer KDKMP melalui Simkopdes.
Penulis: Ragil
Senin, 28 September 2026 | 08:01:31 WIB

LINEPERISTIWA.COM — Sebanyak 28.620 manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) resmi ditempatkan melalui Simkopdes, dengan 88,28 persen di antaranya tetap bertugas di provinsi asal. Penempatan ini menuai sorotan warganet karena sebagian manajer dinilai tidak sesuai domisili. Pemerintah menjelaskan mekanisme penempatan mempertimbangkan kedekatan domisili, kesiapan bangunan, ketersediaan kuota, dan keseimbangan kebutuhan antarwilayah.

Penempatan manajer KDKMP diumumkan melalui akun Instagram @simkopdes pada 25 September lalu. Dalam unggahan tersebut, pemerintah mengakui bahwa penempatan yang jauh dari keluarga dan lingkungan asal membutuhkan kesiapan serta penyesuaian yang tidak ringan.

Metode yang digunakan adalah Hungarian Bipartite Matchmaking Method, sebuah sistem yang mencari kombinasi penempatan terbaik secara keseluruhan. Sistem ini mempertimbangkan empat variabel utama: kedekatan domisili, kesiapan bangunan KDKMP, ketersediaan kuota, dan keseimbangan kebutuhan antarwilayah.

Mayoritas Manajer Tetap Bertugas di Wilayah Asal

Data Simkopdes menunjukkan sebagian besar manajer sebenarnya ditempatkan di sekitar wilayah asal mereka. Dari total 28.620 manajer yang ditempatkan, mayoritas berada dalam jarak dekat dari domisili.

  • 55,69 persen manajer berada dalam jarak maksimal 10 kilometer (km) dari domisili asal
  • 71,91 persen berada dalam jarak maksimal 50 km
  • 65,14 persen tetap di kabupaten/kota asal
  • 88,28 persen tetap di provinsi asal
  • 11,27 persen ditempatkan lintas provinsi

Median jarak keseluruhan penempatan tercatat hanya 6,53 km. Angka ini menunjukkan bahwa secara statistik, mayoritas manajer tidak dipindahkan jauh dari wilayah asalnya.

Mengapa Sebagian Manajer Harus Bertugas di Luar Domisili

Pemerintah mengakui ada kondisi di lapangan yang membuat penempatan ideal tidak selalu bisa dipenuhi. Pada beberapa wilayah, titik KDKMP yang sesuai belum tersedia, sudah terisi penuh, atau gedungnya belum siap ditempati.

"Namun, pada beberapa wilayah, titik yang sesuai belum tersedia, telah terisi, atau belum siap untuk ditempati. Karena itu, sebagian manajer perlu ditempatkan di wilayah lain yang masih membutuhkan," demikian penjelasan dalam unggahan tersebut.

Kondisi ini yang mengakibatkan sebagian manajer ditugaskan ke wilayah lain yang masih membutuhkan tenaga pengelola. Pemerintah menegaskan penempatan jauh bukan bentuk hukuman dan bukan berarti wilayah asal diabaikan.

Tahapan Penempatan Manajer KDKMP

Proses penempatan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, sistem langsung memasangkan manajer dengan KDKMP yang berada di desa yang sama.

Tahap pertama, sistem memprioritaskan bangunan KDKMP yang telah selesai 100 persen. Tahap kedua, jika titik siap operasional di wilayah asal telah penuh atau tidak tersedia, sementara wilayah lain masih membutuhkan manajer, maka penempatan dialihkan. Tahap ketiga, setelah seluruh titik yang selesai terisi, sistem melanjutkan penempatan berdasarkan progres pembangunan tertinggi.

"Kami memahami bahwa penempatan yang jauh dari keluarga dan lingkungan asal membutuhkan kesiapan serta penyesuaian yang tidak ringan," tulis unggahan tersebut.

Peran Manajer di Mana Pun Ditempatkan

Pemerintah menekankan setiap manajer memegang peran yang sama pentingnya, yaitu memastikan KDKMP dapat segera hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat. Penempatan lintas provinsi yang mencapai 11,27 persen menjadi konsekuensi dari keterbatasan titik KDKMP yang siap operasional di wilayah asal.

"Di mana pun ditempatkan, setiap manajer memegang peran yang sama pentingnya memastikan KDKMP dapat segera hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat," tambahnya.

Bagi masyarakat desa, kehadiran KDKMP diharapkan mempercepat akses layanan koperasi di tingkat lokal. Sementara bagi para manajer, penempatan ini menjadi bagian dari proses penyesuaian yang diakui pemerintah tidak selalu mudah.

Reporter: Ragil