IHSG Rawan Uji Support 6.290-6.370 Pekan Depan, Volume Jual Menipis

Papan digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia.
Penulis: Saiful
Minggu, 20 September 2026 | 06:22:01 WIB

LINEPERISTIWA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan berpotensi kembali tertekan pada perdagangan Senin (21/9/2026) dengan rentang uji support 6.290-6.370, setelah ditutup melemah 0,33 persen ke level 6.441 pada Jumat lalu. Riset MNC Sekuritas menilai tekanan jual yang masih mendominasi dengan volume mengecil menempatkan IHSG pada bagian wave iv dari wave (c), sehingga koreksi lanjutan masih terbuka. Selama indeks bertahan di atas 6.370, peluang rebound ke 6.541-6.581 tetap ada.

Pada timeframe weekly, IHSG mencatat koreksi 1,53 persen sepanjang pekan lalu. Volume transaksi yang menyusut di tengah tekanan jual menjadi sinyal bahwa pasar belum menemukan titik keseimbangan baru. Level support berikutnya berada di 6.279 dan 6.201, sementara resistance terdekat di 6.585 dan 6.633.

Riset MNC Sekuritas menyebut posisi indeks saat ini masih berada dalam fase koreksi wave iv dari wave (c) pada label hitam. Artinya, uji ulang ke area 6.290-6.370 masih menjadi skenario utama pekan depan.

"Pada timeframe weekly, IHSG terkoreksi 1,53 persen dan masih didominasi tekanan jual dengan volume yang mengecil. Worst case, saat ini diperkirakan IHSG masih berada pada bagian dari wave iv dari wave (c) pada label hitam sehingga IHSG masih rawan menguji kembali 6.290-6.370. Namun, selama IHSG masih mampu berada di atas 6.370 maka masih terdapat peluang IHSG menguat ke rentang 6.541-6.581," tulis Riset MNC Sekuritas.

BBCA dan TLKM Jadi Fokus Trading Buy Pekan Ini

MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham berkapitalisasi besar untuk dicermati. BBCA ditutup terkoreksi 0,79 persen ke Rp 6.300 dengan tekanan jual yang meningkat. Posisi saham diperkirakan berada di akhir wave (a) dari wave [y], membuka peluang trading buy di rentang Rp 6.100-Rp 6.275.

Target price BBCA dipasang di Rp 6.475 dan Rp 6.575, dengan stoploss di bawah Rp 6.050. Koreksi BBCA sudah menembus MA60, level yang biasanya menjadi penopang jangka menengah.

BULL, KLBF, dan TLKM Masuk Radar Buy on Weakness

BULL bergerak flat ke Rp 390 dengan munculnya volume pembelian. Posisi saham diperkirakan berada di akhir wave C dari wave (B), sehingga rekomendasi buy on weakness berada di Rp 370-Rp 388.

Target price BULL di Rp 412 dan Rp 440, stoploss di bawah Rp 364. Volume pembelian yang muncul di tengah pergerakan flat menjadi indikasi awal minat beli.

KLBF terkoreksi 1,94 persen ke Rp 760 dengan tekanan jual yang sempat tertahan MA60. Posisi saham berada pada bagian wave Y dari wave (B), rekomendasi buy on weakness di Rp 710-Rp 735, target price Rp 785 dan Rp 810, stoploss di bawah Rp 690.

TLKM melemah 1,16 persen ke Rp 2.560 dan masih didominasi tekanan jual yang meningkat. Posisi saham berada pada bagian wave c dari wave (ii), rekomendasi buy on weakness di Rp 2.440-Rp 2.520, target price Rp 2.620 dan Rp 2.720, stoploss di bawah Rp 2.420.

Apa Artinya bagi Investor Pekan Depan

Level 6.370 menjadi garis pemisah antara skenario koreksi lanjutan dan peluang rebound. Selama IHSG bertahan di atas level itu, tekanan jual berpotensi mereda dan indeks bisa bergerak ke 6.541-6.581. Sebaliknya, penembusan ke bawah 6.370 membuka jalan uji support 6.290.

Volume yang mengecil di tengah koreksi sering dibaca sebagai tanda kelelahan jual. Namun konfirmasi baru muncul jika indeks mampu bertahan di atas support dan volume pembelian kembali menguat. Investor disarankan mencermati level stoploss yang dipasang di setiap rekomendasi saham.

Reporter: Saiful