Pertamina Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Jenis Apa Saja?

Pertamina memastikan harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026.
Penulis: Fajar
Minggu, 13 September 2026 | 08:22:01 WIB

LINEPERISTIWA.COM — Kebijakan ini sejalan dengan arahan Pemerintah yang sebelumnya menetapkan harga BBM subsidi tidak naik hingga penghujung tahun. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga energi sekaligus daya beli masyarakat.

Jenis BBM yang Tidak Naik

VP Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan perseroan akan mengikuti kebijakan Pemerintah dalam penetapan harga BBM. Fluktuasi parameter pembentuk harga tidak mengubah kebijakan untuk BBM subsidi hingga akhir 2026.

"Pertamina Patra Niaga mengikuti kebijakan Pemerintah dalam penetapan harga BBM. Meskipun terdapat fluktuasi pada sejumlah parameter pembentuk harga, seperti harga minyak dunia dan nilai tukar, untuk BBM subsidi sesuai arahan Pemerintah tidak ada kenaikan harga hingga akhir 2026," ujar Kitty dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (13/9/2026).

Kepastian ini mencakup BBM subsidi yang selama ini dikonsumsi masyarakat luas, termasuk Pertalite dan Solar. Keduanya merupakan jenis bahan bakar yang penyalurannya diatur Pemerintah melalui skema subsidi.

Harga BBM Nonsubsidi Tetap Ikut Formula

Berbeda dengan BBM subsidi, harga Jenis BBM Umum (JBU) atau BBM nonsubsidi tetap mengikuti formula yang telah ditetapkan Pemerintah. Penetapan harga dilakukan dengan mengacu pada formula dan ketentuan yang berlaku.

Artinya, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan varian lainnya masih berpotensi bergerak mengikuti dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar. Masyarakat yang menggunakan BBM nonsubsidi perlu mencermati pembaruan harga secara berkala.

Respons atas Harga Minyak Dunia di Atas US$100

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya memastikan harga BBM subsidi tidak akan naik meski harga minyak dunia melambung. Harga minyak dunia telah menembus level di atas US$100 per barel, tidak lepas dari memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

Bahlil mengaku terus berkomunikasi dengan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait dinamika minyak global. Meski harga minyak tinggi, ia memastikan tidak akan ada kenaikan harga BBM subsidi.

"Khususnya menyangkut dengan harga minyak dunia yang tidak menentu, tetapi pemerintah sampai dengan hari ini memutuskan untuk tetap menjaga harga minyak subsidi tidak ada kenaikan," tutur Bahlil.

Komitmen Pasokan Energi

Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus menjalankan kebijakan Pemerintah terkait harga dan penyaluran BBM. Perseroan juga memastikan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

Bagi masyarakat yang ingin memantau harga terkini BBM subsidi dan nonsubsidi, informasi resmi dapat diakses melalui kanal Pertamina Patra Niaga serta laman resmi Kementerian ESDM. Pastikan tidak mempercayai informasi harga dari sumber tidak resmi yang berpotensi menyesatkan.

Reporter: Fajar