Pertamina Power Tebar 6 MoU di IndoEBTKE ConEx 2026: Bioetanol, Hidrogen hingga PLTS Timur Indonesia
LINEPERISTIWA.COM — Langkah ini menegaskan posisi PPI sebagai ujung tombak transisi energi PT Pertamina (Persero) di tengah target pemerintah mencapai net zero emission. Yang menarik, sebagian besar mitra yang digandeng bukan sekadar perusahaan energi, melainkan pemain dari sektor perkebunan dan kehutanan, mengindikasikan hilirisasi EBT kini mulai menyentuh industri agro.
Sektor Agro Jadi Pemasok Utama Bahan Baku Energi Hijau
Dari total enam kesepakatan, tiga di antaranya secara spesifik menyoroti pengembangan bioetanol dan biometanol. Bahan bakunya berasal dari komoditas yang selama ini identik dengan sektor pangan, yaitu molase tebu dan singkong, serta limbah kelapa sawit (POME).
PT Medco Intidinamika, afiliasi PT Medco Energi Internasional Tbk, bersama PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dan PPI akan membangun pabrik bioetanol. Sementara itu, PPI juga meneken kerja sama dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) untuk pabrik bioetanol berbasis molase tebu yang masuk dalam program hilirisasi perkebunan Kementerian Pertanian.
Untuk biometanol, PPI menggandeng perusahaan asal Spanyol, Globaltec Desarrollos e Ingeniería, S.A. Proyek ini akan mengolah limbah cair pabrik kelapa sawit (POME) menjadi metanol hijau yang bisa menjadi bahan baku industri kimia atau pelayaran.
PLTS dan Hidrogen untuk Indonesia Timur: Mengisi Kebutuhan Listrik Wilayah Terpencil
Perhatian investor asing juga tertuju pada pengembangan energi terbarukan di luar Jawa. PPI dan Hydrogene de France menandatangani Joint Development Study Agreement untuk studi kelayakan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang terintegrasi dengan electrolyser dan hydrogen fuel cell.
Kajian awal ini membidik kawasan Indonesia Timur yang selama ini masih sangat bergantung pada pembangkit diesel berbahan bakar minyak (BBM). Teknologi hidrogen diharapkan menjadi solusi penyimpanan energi (energy storage) untuk mengatasi sifat intermiten PLTS, sehingga pasokan listrik dapat stabil meski matahari tidak bersinar.
Konservasi Karbon: Inovasi PPI di Luar Bisnis Kelistrikan
Pertamina Power juga masuk ke ranah nature-based solution dengan meneken representasi listing untuk proyek konservasi Rangkong Basaken Landscape bersama PT Inhutani I (Persero). Kesepakatan ini berpotensi menghasilkan kredit karbon (carbon credit) yang bisa diperdagangkan, baik di bursa karbon Indonesia maupun pasar internasional.
Satu lagi kerja sama dengan PT Agrinas Palma Nusantara juga memperkuat pasokan bahan baku nabati untuk proyek-proyek energi terbarukan PPI ke depan.
Arah Baru Bisnis Energi Nasional
Portofolio MoU yang diteken hari ini menunjukkan pergeseran strategi dari sekadar membangun pembangkit listrik skala besar menjadi penguasaan rantai pasok bahan baku. Dengan mengamankan sumber molase, singkong, dan POME, PPI tidak hanya membangun pabrik, tetapi juga mengendalikan harga input energi terbarukan di masa mendatang.
Kesepakatan ini juga menjadi sinyal bagi pelaku industri bahwa kompetisi bahan baku nabati untuk energi akan semakin ketat, seiring dorongan pemerintah mempercepat pencampuran biodiesel dan pengembangan bioetanol sebagai substitusi BBM.