Belanja Jadi Motor Ekonomi Baru, Airlangga Sebut Koperasi Desa Kunci Perluasan Ritel

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membuka Indonesia Retail Summit & Expo (IRSE) 2026 di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Penulis: Fajar
Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:03:01 WIB

LINEPERISTIWA.COM — Dorongan ini disampaikan Airlangga dalam acara pembukaan Indonesia Retail Summit & Expo (IRSE) 2026 dan Penyerahan Penghargaan Hari Ritel Modern Indonesia (HARMONI) Awards 2026 di Jakarta, Kamis (27/8/2026). Ia menekankan bahwa tren wisatawan global saat ini tidak hanya mencari destinasi, tetapi juga pengalaman kuliner dan berbelanja.

“Tentu di berbagai negara, tujuan dari wisatawan sebagian adalah kuliner dan belanja. Jadi ini tentu perlu didorong supaya mereka belanja di Indonesia saja. Dan kita berharap bahwa ini juga bisa memanfaatkan wisata belanja sebagai motor pertumbuhan baru,” ujar Airlangga dalam sambutannya.

Jebol Kebuntuan Ritel: Koperasi Desa Jadi Ujung Tombak Distribusi

Strategi yang diusung pemerintah tidak hanya berhenti di kota-kota besar. Airlangga menyebut arahan langsung dari Presiden untuk memperluas ekosistem ritel hingga ke tingkat desa melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Langkah ini diyakini mampu membuka akses barang kebutuhan pokok bersubsidi sekaligus menjadi jalur pemasaran produk pertanian dan perikanan lokal.

“Bapak Presiden juga mendorong agar retail ini tidak hanya di kota-kota besar ataupun di urban, tetapi masuk juga di pedesaan. Oleh karena itu pemerintah mendorong Koperasi Merah Putih agar barang retail yang disubsidi pemerintah juga bisa tersedia di lapangan,” jelasnya.

Data Konsumsi Domestik yang Menopang Optimisme Ekonomi

Langkah ini diambil di tengah sinyal kuat konsumsi rumah tangga yang tetap perkasa. Pada Triwulan II-2026, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06 persen (yoy) dan berkontribusi 53,32 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) juga berada di level optimistis 116,8 pada Juli 2026.

Selain itu, ekosistem pembayaran digital dinilai sebagai fondasi penguatan perdagangan. Hingga Juni 2026, QRIS telah menjangkau 65,77 juta pengguna dan diterima oleh 44,86 juta merchant, di mana 96,68 persen di antaranya adalah pelaku UMKM.

Sinergi Ritel dan Produsen Lokal untuk Kurangi Impor

Pemerintah menegaskan bahwa peningkatan aktivitas perdagangan tidak boleh hanya menguntungkan sektor konsumsi. Airlangga menekankan pentingnya integrasi antara ritel dan produksi dalam negeri agar permintaan pasar justru menyerap barang buatan lokal.

“Dan terus pemerintah mendorong sinergi antara retail, dan harapannya tentu barang yang didorong di retail itu juga barang yang diproduksi di dalam negeri,” kata Airlangga.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menambahkan bahwa transformasi perdagangan saat ini harus dilihat secara menyeluruh. Ekosistem yang terintegrasi antara konsumen, pelaku usaha, produsen, hingga sistem pembayaran akan memberikan nilai tambah lebih besar bagi perekonomian nasional.

“Transformasi perdagangan tidak hanya berbicara mengenai peningkatan aktivitas belanja, tetapi juga bagaimana menciptakan ekosistem yang menghubungkan konsumen, pelaku usaha, produsen dalam negeri, hingga sistem pembayaran dan distribusi,” pungkas Haryo. (NIA DEVIYANA)

Reporter: Fajar