Harga Emas Antam 22 Agustus 2026 Sentuh Rp 2,74 Juta per Gram, Rebound Usai Terjun Bebas
LINEPERISTIWA.COM — Pekan ketiga Agustus menjadi roller coaster bagi investor emas. Setelah dibuka di harga Rp 2.677.000 per gram pada Senin (17/8), harga sempat merosot tajam ke titik terendah Rp 2.645.000 per gram pada Rabu (19/8), sebelum akhirnya ditutup menguat di Rp 2.740.000 per gram. Pergerakan ini mencerminkan tensi pasar yang tinggi di tengah gejolak ekonomi global.
Bagi pembeli ritel, volatilitas ini berarti selisih nilai yang cukup material. Membeli satu gram emas di titik terendah pekan lalu dan menjualnya di akhir pekan menghasilkan potensi gain Rp 95.000. Sebaliknya, mereka yang membeli di awal pekan sempat mengalami posisi rugi sebelum harga kembali pulih.
Hari Kemerdekaan Jadi Momentum Penguatan Awal
Antam membuka pekan dengan tren positif. Tepat di Hari Kemerdekaan RI, Senin (17/8), harga logam mulia naik ke Rp 2.677.000 per gram. Penguatan berlanjut keesokan harinya dengan tambahan Rp 18.000, membawa harga ke posisi Rp 2.695.000 per gram.
Pada Selasa (18/8), harga pecahan 0,5 gram dipatok di angka Rp 1.397.500, sementara cetakan 10 gram dibanderol Rp 26.445.000. Momentum ini sempat memberi angin segar bagi para pemegang emas.
Harga Anjlok Rp 50 Ribu, Lalu Melonjak Lebih Tajam
Euforia tersebut runtuh pada Rabu (19/8). Harga emas Antam ambles Rp 50.000 dalam sehari, jatuh ke level Rp 2.645.000 per gram. Ini merupakan penurunan harian terdalam sepanjang pekan tersebut.
Anehnya, koreksi itu hanya berlangsung singkat. Keesokan harinya, Kamis (20/8), harga justru melesat Rp 80.000—kenaikan yang jauh lebih besar dari penurunan sebelumnya. Lonjakan ini membawa harga kembali ke Rp 2.725.000 per gram. Pada hari yang sama, harga 0,5 gram berada di Rp 1.412.500 dan 10 gram di Rp 26.745.000.
Akhir Pekan Stabil dan Ditutup Menguat
Memasuki Jumat (21/8), pasar mengambil napas. Harga bertahan di Rp 2.725.000 per gram tanpa pergerakan berarti. Stabilitas ini memberi jeda setelah dua hari penuh gejolak.
Pekan ditutup dengan kenaikan tipis Rp 15.000 pada Sabtu (22/8). Harga 1 gram emas Antam resmi menetap di Rp 2.740.000, sementara cetakan 10 gram naik ke Rp 26.895.000. Untuk denominasi besar seperti 250 gram hingga 1.000 gram, Antam masih menerapkan skema pre-order dengan harga masing-masing Rp 670.265.000 dan Rp 2.680.600.000.
Secara keseluruhan, harga emas Antam menguat 2,35 persen dalam sepekan terakhir. Tren ini sejalan dengan pergerakan harga emas dunia yang cenderung volatile, didorong oleh ketidakpastian pasar keuangan global dan ekspektasi investor terhadap kebijakan suku bunga bank sentral AS. Bagi investor ritel Indonesia, emas tetap menjadi instrumen lindung nilai yang diperhitungkan, meski timing entry menjadi kunci utama di tengah fluktuasi tajam seperti pekan lalu.