4,3 Juta EV di China Kena Recall Massal Gegara Gagang Pintu, Tesla Paling Banyak

Sejumlah kendaraan listrik di China menjalani recall massal terkait gagang pintu darurat.
Penulis: Ragil
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 12:02:31 WIB

Penarikan terbesar dalam sejarah otomotif China ini melibatkan sembilan produsen sekaligus. Selain Tesla, Xiaomi, Leapmotor, dan Xpeng, ada juga Geely Holding serta sejumlah pabrikan lain yang ikut dalam recall massal tersebut.

Masalah utamanya bukan pada motor listriknya, melainkan gagang pelepas pintu mekanis darurat. Regulator China menilai komponen ini sulit ditemukan atau dioperasikan setelah kendaraan mengalami tabrakan parah dan sistem kelistrikan mati total. Kekhawatiran ini memuncak setelah ada kasus pengemudi Xiaomi SU7 yang tewas dalam kecelakaan dan kebakaran pada Oktober lalu—orang di sekitar lokasi tak bisa membuka pintu untuk mengevakuasi korban.

Perbaikan via OTA dan Label Peringatan

Sebagian besar perbaikan dilakukan lewat pembaruan perangkat lunak jarak jauh (over-the-air/OTA). Tesla, misalnya, akan membuat jendela kendaraan turun otomatis setelah tabrakan terdeteksi. Produsen lain juga memasang label peringatan untuk membantu pengguna menemukan gagang pelepas pintu darurat.

Leapmotor menegaskan langkah ini murni bentuk tanggung jawab kepada pengguna. "Kami mengelola dan mengajukannya sesuai dengan proses recall karena rasa tanggung jawab kepada pengguna kami," kata Leapmotor dalam pernyataannya.

Rincian Jumlah Unit per Produsen

  • Tesla: 2,98 juta unit (Model 3, Model Y, Model S, Model X), mulai 25 September
  • Xiaomi: sekitar 390 ribu unit
  • Leapmotor: sekitar 371 ribu unit
  • Xpeng: sekitar 264 ribu unit
  • Geely Holding: jumlah lebih kecil, belum dirinci

Penarikan Tesla mencakup unit impor maupun produksi lokal China. Perbaikan untuk Model S dan Model X yang lebih lawas kemungkinan butuh kunjungan ke bengkel, sementara Model 3 dan Model Y cukup dengan pembaruan OTA.

Gagang Pintu Tersembunyi Bakal Dilarang

Kasus ini mendorong China memperketat regulasi keselamatan kendaraan. Desain gagang pintu tersembunyi yang dipopulerkan Tesla dan banyak diadopsi pabrikan EV China akan dilarang mulai 2027. Gagang jenis ini biasanya terbuka lewat key fob, smartphone, atau panel sentuh—rawan bermasalah saat kelistrikan kendaraan gagal berfungsi pasca-kecelakaan.

Sam Fiorani, wakil presiden AutoForecast Solutions, menilai biaya recall kali ini relatif kecil karena mayoritas perbaikan cukup lewat OTA. "Pembaruan OTA modern mengurangi biaya dan waktu henti yang terkait dengan penarikan produk besar-besaran," ujarnya.

Di Amerika Serikat, NHTSA sejak Juli lalu sudah menyatakan akan mempertimbangkan standar keselamatan baru untuk risiko penumpang terjebak di dalam kendaraan saat listrik mati. Namun hingga kini belum ada produsen yang melaporkan rencana recall serupa untuk pasar AS.

Bagi pemilik EV di Indonesia—terutama yang memakai mobil China dengan gagang pintu tersembunyi—kasus ini jadi pengingat pentingnya memahami lokasi tuas pelepas darurat manual di kabin. Fungsinya krusial justru saat kondisi paling buruk terjadi.

Reporter: Ragil