Pelindo Siapkan Kapal Berangkatkan Bantuan Gempa NTT dari Tanjung Perak, Ada 389 Kg Beras
Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) tidak hanya melayani penumpang kapal. Sejak gempa berkekuatan M 7,7 mengguncang NTT, terminal ini berubah fungsi menjadi posko pengumpulan bantuan. Berbagai kalangan menitipkan logistik di sana untuk dikirim ke wilayah terdampak.
Sub Regional Head Jawa Pelindo, Purwanto Wahyu Widodo, memastikan pihaknya memfasilitasi seluruh proses dari penerimaan hingga pemberangkatan bantuan. "Kami mendukung proses penghimpunan hingga pengiriman bantuan agar dapat segera diterima oleh masyarakat yang membutuhkan di NTT," ujarnya.
Bantuan yang masuk berasal dari beragam institusi. Ada DPW APBMI Jawa Timur, DPW ALFI/ILFA Jawa Timur, Perum Jasa Tirta I, serta sejumlah kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) mulai dari Utama Tanjung Perak, Kelas II Gresik, Kelas III Tanjung Pakis, hingga KSOP Kalianget.
Isi Bantuan: dari Beras hingga Pembalut Wanita
Jenis logistik yang terkumpul cukup lengkap untuk kebutuhan dasar pengungsi. Mulai dari bahan pokok seperti beras, mi instan, minyak goreng, sarden, biskuit, dan air mineral, hingga kebutuhan khusus seperti susu, obat-obatan, perlengkapan mandi, pakaian layak pakai, selimut, tikar, popok bayi, pembalut wanita, dan tenda terpal.
KSOP Kelas III Tanjung Pakis menjadi salah satu penyumbang terbesar. Lembaga itu menyerahkan 389 kg beras, 54 dus mi instan, serta sejumlah minyak goreng, susu, air mineral, biskuit, Energen, perlengkapan mandi, pakaian, popok bayi, dan pembalut wanita.
Branch Manager Kalimas PT Pelindo Multi Terminal, Ana Adiliya, mengatakan seluruh donasi didata dan ditata agar pengiriman berjalan tertib. "Antusiasme berbagai pihak untuk membantu sangat tinggi. Semangatnya adalah menghadirkan konektivitas pelabuhan sebagai jalur untuk mengantarkan kepedulian kepada saudara-saudara kita di NTT," kata Ana.
Dua Gelombang Bantuan Sebelumnya Sudah Diberangkatkan
Pengiriman pada 24 Agustus ini bukan yang pertama. Pada 16 Agustus 2026, bantuan yang dihimpun di Tanjung Perak sudah diberangkatkan menggunakan KM/MV Tidar menuju Maumere dan Ende. Muatannya berupa kebutuhan pokok dan 40 unit tenda terpal, hasil sinergi KSOP Utama Tanjung Perak, Pelindo Group, PT PELNI, TNI AL, dan pihak lainnya.
Empat hari kemudian, tepatnya 20 Agustus 2026, gelombang kedua berangkat dari Jawa Timur. Isinya obat-obatan, bahan permakanan, perlengkapan mandi, dan kebutuhan sanitasi. Bantuan itu merupakan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama berbagai pihak.
Untuk pengiriman terbaru, Pelindo masih menunggu koordinasi dan arahan KSOP Utama Tanjung Perak terkait jadwal final pemberangkatan Kapal Dharma Rucitra VII. Dukungan lintas lembaga ini diharapkan mempercepat pemulihan warga NTT pascabencana. Dari pelabuhan, harapan berlayar untuk NTT.