Harga CPO Tembus Rp 15.925 per Kg di Tender KPBN, Level Tertinggi 20 Bulan di Bursa Malaysia
JAKARTA — Harga CPO pada tender KPBN menguat Rp 170 per kilogram dibandingkan penawaran tertinggi pada Rabu (19/8/2026) yang berada di angka Rp 15.755 per kilogram. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan bahan bakar nabati global serta spekulasi gangguan produksi akibat fenomena El Niño.
Di pasar berjangka, kontrak CPO di Bursa Malaysia Derivatives sempat melonjak hingga 1,7 persen menjadi RM4.977 per ton secara intrahari. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak Desember 2024.
B50 Serap Pasokan Domestik, Ekspor Berpotensi Tertekan
Program mandatori biodiesel B50 yang digencarkan pemerintah menjadi katalis utama penguatan harga. Kebijakan ini menyerap lebih banyak CPO untuk sektor energi domestik, yang secara langsung berpotensi mengalihkan pasokan dari pasar ekspor.
Di sisi lain, risiko gangguan produksi akibat penguatan fenomena El Niño memperkuat spekulasi pengetatan pasokan global. Kombinasi kedua faktor ini membuat harga di pasar berjangka terus terpompa naik.
Daftar Lengkap Harga Tender KPBN Kamis (20/8/2026)
Berikut rincian harga CPO pada tender KPBN hari ini yang seluruhnya belum termasuk PPN:
- Franco Dumai: Rp 15.925 per kg (CTI)
- FOB Talang Duku: Rp 15.675 per kg (AGM)
- Franco Teluk Bayur: Rp 15.725 per kg (WIRA)
- FOB Palembang: Rp 15.700 per kg (AGM)
- Loco PKS Kembayan: Rp 15.425 per kg (WD), penawaran tertinggi Rp 15.350 (EUP)
- Loco PKS Parindu: Rp 15.535 per kg (WD), penawaran tertinggi Rp 15.450 (EUP)
- Loco PKS Ngabang: Rp 15.550 per kg (WD), penawaran tertinggi Rp 15.450 (EUP)
Apa Dampaknya bagi Pekebun dan Industri Hilir?
Penguatan harga ini menjadi sinyal positif bagi pekebun dan pedagang sawit di tengah fluktuasi pasar. Namun, penyerapan domestik yang masif melalui B50 berpotensi menekan volume ekspor, yang pada akhirnya bisa memengaruhi dinamika harga di tingkat petani dan industri hilir.
Pelaku pasar kini mencermati perkembangan implementasi B50 serta dampak El Niño terhadap produktivitas tanaman pada semester kedua tahun ini. Jika pasokan global semakin ketat, harga CPO di dalam negeri berpotensi bertahan di level tinggi dalam beberapa pekan ke depan.