Delapan Orang Tewas dalam Kecelakaan Pesawat di Lokasi Radar Militer Terpencil Alaska

Delapan orang dipastikan tewas dalam kecelakaan pesawat di dekat Cape Newenham, Alaska, Jumat (21/2).
Penulis: Yasir
Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:32:01 WIB

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.00 waktu setempat (20.00 GMT) di dekat Cape Newenham, sebuah lokasi terpencil di pantai barat daya Alaska yang menjadi tempat bandara untuk situs radar jarak jauh. Komando Alaskan Angkatan Udara AS (USAF) menyatakan pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Anchorage dan terbang menuju Cape Newenham, yang berjarak sekitar 725 kilometer di sebelah barat.

Tim penyelamat yang berhasil mendarat di dekat lokasi kecelakaan memastikan tidak ada korban selamat. Identitas para korban belum diumumkan dan akan dirilis setelah pihak keluarga diberitahu. Biro Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) wilayah Alaska mengonfirmasi bahwa terdapat dua pilot dan enam penumpang di dalam pesawat.

Misi yang Sedang Dijalankan Korban Masih Diselidiki

Hingga kini belum jelas siapa saja penumpang tersebut dan tujuan pasti penerbangan mereka. Namun, Komandan Komando Alaskan USAF, Letnan Jenderal Robert Davis, menyebut para korban adalah "para profesional berdedikasi yang menjalankan misi vital di lingkungan yang menuntut".

"Ini adalah kehilangan yang menghancurkan bagi keluarga militer kami dan komunitas yang kami layani," ujar Davis dalam pernyataan resminya, Jumat (21/2). Ia menambahkan bahwa prioritas utama saat ini adalah memberikan dukungan penuh kepada keluarga, teman, dan rekan kerja para korban.

"Kami sangat berterima kasih atas respons yang cepat dan tanpa lelah dari para profesional pencarian dan penyelamatan," sambungnya. Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan menyeluruh oleh otoritas terkait.

Peran Cape Newenham dalam Sistem Pertahanan Udara AS

Cape Newenham merupakan bagian integral dari Alaska Radar System, sebuah jaringan situs terpencil yang berfungsi memantau pesawat yang mendekati atau beroperasi di wilayah udara Alaska. Lokasinya yang terpencil dan kondisi cuaca ekstrem di kawasan tersebut kerap menjadi tantangan tersendiri bagi operasi penerbangan sipil maupun militer.

Kecelakaan ini menjadi sorotan atas risiko operasional yang dihadapi personel sipil yang mendukung infrastruktur militer di daerah terpencil. Proses investigasi oleh NTSB dan Angkatan Udara AS kini tengah berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti jatuhnya pesawat, termasuk faktor cuaca dan teknis.

Reporter: Yasir