Usai Viral Pemberitaan Oknum Karyawan Jual TBS Ke Luar, Pihak Kebun Terantam Larang Wartawan Masuk
Kampar (Riau), LPC
Setelah viral pemberitaan diberbagai media terkait dugaan oknum karyawan Kebun Terantam milik PTPN IV Palmco Regional III Distrik Barat yang menjual tandan buah segar (TBS) ke pihak luar, kini pihak Kebun Terantam justru mencekal akses media untuk masuk ke wilayah tersebut.
Pihak kebun Terantam seperti merasa terusik. Usai tim media mengungkap aksi-aksi tidak terpuji yang dilakukan oknum HP, PT dan oknum lainnya sehingga berupaya memutus akses.
Hal ini diketahui dari sebuah peringatan yang disampaikan secara berantai di lingkungan kerja Kebun Terantam melalui aplikasi perpesanan WhatsApp.
Dalam ruang percakapan itu, terdapat pesan yang “diteruskan” oleh seseorang. Berikut bunyinya ; “Halo pak Dedi, kasih tahu semua anggota yang jaga di pos. Kalau ada masuk media atau lain tidak diperbolehkan masuk tanpa ada izin. Kalau pun ada, bapak wajib dampingi atau danton sampai selesai. Agar tidak ada lagi berita-berita di media pak”.
Patut diduga, sikap yang ditunjukkan oleh pihak terkait seolah-olah ingin menutupi "Kenakalan" yang sudah menjadi tradisi sejak lama di areal perkebunan kelapa sawit itu.
Lalu, awak media menghubungi salah seorang pimpinan pengamansn melalui WhatsApp mengatakan " instruksi dari pimpinan bang", jawabnya secara singkat.
Asisten Umum di Kebun Terantam tidak bersuara ketika dikonfirmasi, Selasa (25/2/25). Perihal pesan berantai yang tersiar ke beberapa pekerja di dalam aplikasi percakapan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, HP dan PT dan oknum lainnya menjual TBS dari kebun milik negara ke penampung buah sawit. Persoalan ini terungkap dari narasumber yang mengetahui ulah beberapa oknum karyawan tersebut.
Kemudian media menelusuri kebenaran informasi yang diterima. Setelah mendapatkan bukti transfer bank ke rekening terduga pelaku dan nota atau resi dari Ram sawit.
Pengakuan Asisten Umum kebun Terantam, HP dan PT telah diproses terkait persoalan ini. Namun seperti apa penindakkan yang diterapkan manajemen, publik belum mengetahui. (***Tim)
Masyarakat Berharap Polres Kampar Lebih Transparan Terkait Penanganan Kasus Pembunuhan Ketua SPTI Alm Suryono
Kampar (Riau), LPCKasus pembunuhan Ketua SPTI Alm Suryono yang terjadi pa.
Aksi Pencurian Sepeda Motor di Dumai dengan Modus Berpura - pura Mau Numpang
Kota Dumai (Riau), LPCBagi warga Dumai yang berkendara sepeda motor harap.
Tanpa Izin, Diduga PT SSM Pasang Pipa di Lahan Milik Warga Koto Tandun
Rohul (Riau), LPCBudi Warga Desa Koto Tandun Keluhkan pemasangan pipa di .
Kecelakaan Beruntum, Satlantas Polrestabes Medan OlahTKP
Medan (Sumut), LPCKecelakaan beruntun melibatkan dua unit mobil dan satu .
Ditlantas Polda Sumut Fasilitasi Ambulans dan Pengawalan Jenazah Korban Laka Kereta Api di Tebing Tinggi
Tebing Tinggi (Sumut), LPCDirektorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara ber.



.jpg)




