Lapas Pati Daftarkan Dua Napi ke Universitas
Pati (Jateng), LPC
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pati daftarkan dua narapidana kuliah di Universitas Perwira Purbalingga (UPP) pada Agustus nanti setelah dipindah ke Lapas Kelas IIA Purwokerto, Agustus nanti ia bakal sekolah.
Berdasarkan keterangan pihak Lapas Pati, calon mahasiswa dari kalangan warga binaan itu merupakan warga Tasikmalaya berinisial WA. Dia dipenjara di Pati karena terseret kasus penyalahgunaan narkotika.
Sementara satunya, warga Banyumas berinisial AIW. Dia dipenjara di Lapas Pati selama tujuh tahun karena kasus penipuan.
Kasi Binadik dan Giatja Lapas Pati Eko Budihartanto mengatakan, adanya warga binaan permasyarakatan (WBP) yang kuliah itu bertujuan untuk memberikan bekal. Maksudnya, setelah dipenjara dan paska dikuliahkan bisa bekerja dengan ijazahnya yang baru.
"Kami usulkan satu WBP di Lapas Pati untuk kuliah di Purwokerto. Nanti ada asesmen dari tim asesor. Jadi ada tesnya sebelum berangkat kuliah," imbuhnya.
"Meskipun berada di balik jeruji tidak menutupi narapidana bisa mencari ilmu ke jenjang pendidikan selanjutnya," lanjutnya.
Nantinya, napi tersebut bakal dipindah di Lapas Kelas IIA Purwokerto. Nantinya, ada dosen dari UPP yang datang ke sana untuk mengajar.
"Tujuannya jelas untuk menambah ilmu dan skill. Jadi nanti pas keluar sudah punya ijazah," paparnya.
Untuk mengikuti perkuliahan napi ini, lanjut Eko, tentu ada syaratnya. Di antaranya, masa pidana empat tahun lebih, usia produktif, maksimal 40 tahun, dan napi dengan medium resiko.
"Kemudian punya ijazah SMA, KTP KK ada. syarat lain-lain seperti persetujuan keluarga dan medium atau minimum resiko," imbuhnya.
Sementara itu berdasarkan keterangan pihak tim asesor yang datang ke Lapas Pati pada (23/7/2024), WA bakal kuliah di jurusan manajemen. Sementara ini dilakukan tes terhadap napi tersebut.
"Setelah asesmen ini, pengolahan data. Terus pengumuman pemindahan yang lulus," tuturnya
Jika lulus, napi tersebut bakal berkuliah bersama 25 napi lainnya se-Jateng.
"Kuota saat ini 25 se-jateng. Kebetulan pelamarnya 62 WBP. Nanti diseleksi, dirangking berdasarkan motivasinya, kemampuan berfikir. Ada tes tertulis dan wawancaranya," paparnya.
Dia menambahkan, untuk mengikuti kuliah ini prosesnya panjang. Ada berbagai tes dan seleksi dari napi.
"Prosesnya agak panjang. Teman-teman yang lulus seleksi dipindah di Lapas Purwokerto. Nanti dosennya datang. Ini gratis," tukasnya.
Di samping itu tak semerta-merta napi didaftarkan. Ada kriteria seperti rendah resiko dari dapi tersebut.
"Teroris tidak disertakan. Nusakambangan juga," imbuhnya.
Para napi itu nantinya bakal kuliah seperti pada umumnya. Kuliah selama empat tahun dan mengikuti kelas dari dosen.
"Nanti bebarengan kuliah pada umumnya. Semesternya juga seperti sekolah pada umumnya," pungkasnya.***Yusuf
Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Bonai Darussalam Cek Pertumbuhan Tanaman Jagung
Rohul (Riau), LPCPolsek Bonai Darussalam terus menunjukkan komitmennya da.
Dirressiber Polda Sumut Beri Kuliah Umum di UMSU, Bahas Ancaman Nyata Kejahatan Siber di Era Digital
Medan (Sumut), LPCDirektur Reserse Siber Polda Sumatera Utara, Bayu Wicak.
Dukung Program Presiden Prabowo, Polsek Rambah Samo Tanam Jagung Kuartal II di Marga Mulya
Rohul (Sumut), LPCDalam upaya mendukung program swasembada pangan nasiona.
Semangat Persatuan Menguat, Babinsa dan Warga Teluk Belitung Gelar Komsos Humanis
Bengkalis (Riau), LPCSuasana kebersamaan tampak terasa dalam kegiatan kom.
Babinsa dan Warga Desa Kudap Kompak Jaga Lahan Gambut dari Ancaman Kebakaran
Bengkalis (Riau), LPCBabinsa Koramil 06/Merbau terus meningkatkan patroli.
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Cek 20 Kolam Lele di Dumai Selatan
Kota Dumai (Riau), LPC Upaya mendukung program ketahanan pangan nasi.







.jpg)
