Pencarian

Bio Farma Jajaki Kerja Sama Terapi Sel Punca dengan 23 Century Medical Group

Senin, 12 Oktober 2026 • 06:22:31 WIB
Bio Farma Jajaki Kerja Sama Terapi Sel Punca dengan 23 Century Medical Group
Penandatanganan nota kesepahaman antara Bio Farma dan 23 Century Medical Group di Jakarta, 9 Oktober 2026.

LINEPERISTIWA.COM — PT Bio Farma (Persero) menjajaki kerja sama dengan 23 Century Medical Group Sdn Bhd untuk registrasi, komersialisasi, dan distribusi produk berbasis sel punca dan sekretom di Indonesia. Penjajakan itu ditandai penandatanganan nota kesepahaman pada 9 Oktober 2026 di Jakarta. Langkah ini membuka peluang pengembangan terapi seluler dan pengobatan regeneratif di dalam negeri.

MoU diteken Direktur Riset dan Pengembangan Bio Farma, Dicky Mahardhika Taryono, bersama Managing Director 23 Century Medical Group, Datok Seri Dr. David Mah. Prosesi itu disaksikan Staf Khusus Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal, Didi Apriadi, Direktur Utama Bio Farma Shadiq Akasya, serta CEO 23 Century Medical Group Dr. Angelina Tiah Shy Yng.

Kerja sama ini menjadi langkah awal kedua perusahaan menjajaki peluang pengembangan terapi seluler dan pengobatan regeneratif. Seluruh upaya itu akan mempertimbangkan ketentuan regulasi, standar mutu, serta kebutuhan sistem kesehatan nasional.

Apa yang Sedang Dijajaki Kedua Perusahaan

Penjajakan mencakup registrasi, komersialisasi, dan distribusi produk berbasis sel punca (stem cell) dan sekretom (secretome) di pasar Indonesia. Kedua perusahaan juga membangun pemahaman bersama soal kesiapan pasar, aspek regulasi, model komersialisasi, dan sistem distribusi.

Tujuannya agar produk tersebut dapat dikembangkan secara bertanggung jawab. Bio Farma menekankan pengembangan kompetensi di bidang teknologi kesehatan sebagai bagian dari upaya jangka panjang memperkuat ketahanan dan kemandirian kesehatan Indonesia.

Alasan Bio Farma Masuk ke Terapi Seluler

Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis memperluas kapabilitas perusahaan di bidang terapi seluler dan pengobatan regeneratif. Langkah itu sekaligus mendukung transformasi bisnis Bio Farma di sektor life science.

"Bagi Bio Farma, pengembangan bidang ini merupakan langkah strategis yang sejalan dengan pengalaman panjang kami dalam pengembangan vaksin dan produk farmasi konvensional. Dari perspektif riset dan pengembangan, kami memandang kemitraan ini sebagai peluang untuk meningkatkan pengetahuan serta membangun kapabilitas yang akan memperkuat ekosistem bioteknologi Indonesia," kata Shadiq.

Shadiq juga mengapresiasi dukungan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dalam mendorong investasi di sektor bioteknologi dan kesehatan. Menurutnya, kolaborasi strategis dengan mitra internasional dapat membantu memperkuat kapabilitas manufaktur dalam negeri.

Kesiapan Riset hingga Layanan Kesehatan

Direktur Riset dan Pengembangan Bio Farma, Dicky Mahardhika Taryono, menuturkan penguatan ekosistem terapi seluler dan pengobatan regeneratif butuh kesiapan riset, tenaga ahli, sistem mutu, industri, serta layanan kesehatan yang dikembangkan bertahap.

"Bagi Bio Farma, penjajakan ini merupakan bagian dari upaya membangun kapabilitas nasional di bidang teknologi kesehatan yang lebih maju. Kami ingin memperkuat pemahaman mengenai ilmu pengetahuan, persyaratan regulasi, sistem mutu, dan kesiapan industri secara bertahap. Tujuan jangka panjangnya adalah mendukung akses terhadap inovasi kesehatan yang terbukti aman dan bermanfaat bagi masyarakat," ujar Dicky.

Penjajakan dengan 23 Century Medical Group memberi Bio Farma kesempatan memperdalam pemahaman soal perkembangan ekosistem terapi seluler dan pengobatan regeneratif di tingkat global. Pengembangan ekosistem itu ke depan memerlukan dukungan mulai dari riset dan pengembangan, regulasi, tenaga ahli, sistem mutu, teknologi produksi, fasilitas manufaktur, hingga kesiapan layanan kesehatan.

Pandangan Mitra Malaysia

CEO 23 Century Medical Group, Dr. Angelina Tiah Shy Yng, menilai perkembangan dunia medis semakin mengarah pada pendekatan terapi yang tidak hanya berfokus pada pengelolaan gejala. Pendekatan itu juga menyasar upaya memperbaiki, memulihkan, dan meningkatkan fungsi biologis tubuh.

"Penjajakan dengan Bio Farma membuka peluang untuk memahami kebutuhan dan persyaratan di Indonesia terkait produk berbasis sel punca dan sekretom, serta memory-like natural killer cells. Kami berharap kerja sama ini menjadi langkah awal untuk mempelajari peluang pengembangan kapabilitas lokal dengan mengutamakan bukti ilmiah, mutu, keselamatan pasien, dan kepatuhan terhadap ketentuan regulasi," ujar Angelina.

Terapi seluler dan pengobatan regeneratif memanfaatkan sel dan produk biologis turunannya untuk mendukung perbaikan, pemulihan, atau peningkatan fungsi biologis. Meski begitu, pengembangan dan penerapannya tetap memerlukan kajian ilmiah serta pemenuhan persyaratan keselamatan dan regulasi yang berlaku.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi transformasi Bio Farma untuk memperluas kompetensi dan portofolio bisnis di bidang life science dan kesehatan. Bio Farma juga memperkuat kemampuan intinya dalam pengembangan vaksin dan produk biologis.

Sebagai badan usaha milik negara dalam ekosistem Danantara Indonesia, Bio Farma menjalankan transformasi yang menitikberatkan penguatan tata kelola, riset, inovasi, dan daya saing. Pengembangan kapabilitas itu diarahkan menciptakan nilai jangka panjang bagi negara dan masyarakat, sekaligus mendukung ketahanan kesehatan nasional.

Lewat penjajakan ini, Bio Farma menargetkan peran lebih besar dalam ekosistem life science nasional. Upaya tersebut menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat kemandirian kesehatan Indonesia di tengah perkembangan teknologi kesehatan global.

Sumber: voi.id

Follow lineperistiwa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks