Review Augment 360: Skuter Listrik Lipat yang Bisa Masuk Lift, tapi Harga dan Ketersediaannya Jadi PR Besar
Konsep yang diusung Augment 360 sebenarnya sederhana tapi jarang dieksekusi pabrikan lain: buat skuter listrik yang bisa "mengecil" saat tidak dipakai. Alih-alih mencari parkiran motor di pinggir jalan yang rawan dan penuh, pengguna cukup melipat roda belakang ke arah rangka dan mendorongnya seperti koper. Dimensinya menyusut menjadi 1.265 x 350 x 1.180 mm, cukup ramping untuk masuk ke dalam lift apartemen atau lorong kantor yang sempit.
Spesifikasi Augment 360: Bukan Sekadar Skuter Lipat Biasa
Augment 360 bukanlah skuter kustom yang mengorbankan kenyamanan demi kepraktisan. Pabrikan asal Finlandia ini membekalinya dengan jok lebar dan ban tubeless 120/90-R10 yang diklaim meredam getaran jalanan bergelombang. Bobotnya sekitar 36 kg dengan rangka aluminium, sehingga meski terbilang ringan untuk ukuran skuter, tetap butuh tenaga ekstra saat didorong dalam kondisi terlipat.
Dari sisi performa, motor listriknya menghasilkan torsi maksimum 105 Nm dengan daya maksimum 2,14 kW dan daya kontinu 1,2 kW. Tersedia dua varian kecepatan tertinggi: 25 km/jam untuk pasar Eropa dan 45 km/jam untuk pasar lain yang mengizinkan. Rem cakram hidrolik di kedua roda dan rating ketahanan air IPX4 menambah nilai jual untuk pemakaian harian.
Baterai Lepas dan Jangkauan 140 km: Solusi untuk Komuter?
Baterai Augment 360 bisa dilepas dan diisi dari stopkontak rumah tangga standar dalam waktu sekitar 4,5 jam untuk kapasitas penuh. Jangkauan standarnya diklaim mencapai 50 km—cukup untuk bolak-balik kantor dalam kota. Namun, yang menarik adalah opsi paket baterai kedua yang bisa menggandakan jangkauan hingga sekitar 140 km. Ini membuat skuter ini bisa melibas rute antar-kota kecil tanpa rasa cemas kehabisan daya.
Fitur Cerdas: NFC, Aplikasi, dan Anti-Pencurian
Augment 360 juga terhubung ke aplikasi ponsel pintar untuk menyesuaikan mode berkendara. Sistem keamanannya menggunakan kartu NFC untuk membuka kunci, plus fungsi anti-pencurian yang mengunci roda belakang. Sayangnya, bahan rilis tidak menyebutkan detail lebih lanjut soal fitur navigasi atau kunci digital berbasis GPS, yang sebenarnya krusial untuk segmen harga ini.
Yang Perlu Diperhatikan: Harga dan Ketersediaan di Indonesia
Ini bagian yang tidak bisa diabaikan. Augment 360 dipasarkan untuk pasar Eropa dengan harga yang belum diumumkan resmi, namun diprediksi jauh di atas rata-rata motor listrik entry-level di Indonesia seperti Volta atau Gesits. Jika dikonversi dengan kurs Rp 16.000 per euro, skuter ini kemungkinan dibanderol mulai dari Rp 40 jutaan—bukan angka yang murah untuk kendaraan dengan kecepatan maksimal 45 km/jam.
Belum ada konfirmasi resmi mengenai kehadiran Augment 360 di Indonesia. Regulasi kendaraan listrik di dalam negeri juga berbeda, terutama soal batas kecepatan dan standar SNI yang harus dipenuhi. Jadi, bagi pembaca yang menunggu motor lipat ini masuk pasar lokal, perlu bersabar dan mempertimbangkan opsi lain yang sudah resmi dijual di sini.
Verdict: Inovatif, Tapi Bukan untuk Semua Orang
Augment 360 adalah produk yang sangat spesifik. Ia dirancang untuk kaum urban di kota-kota Eropa yang padat, di mana parkir motor adalah mimpi buruk dan jarak tempuh harian pendek. Fitur lipatnya memang brilian dan solutif, tapi untuk konteks Indonesia, ada beberapa catatan:
- Kelebihan: Desain lipat yang praktis untuk masuk lift/kantor, jok nyaman, rem hidrolik, baterai lepas dengan opsi jangkauan jauh, tahan air IPX4.
- Kekurangan: Harga diprediksi mahal untuk kelasnya, kecepatan maksimal 45 km/jam kurang untuk jalan tol dalam kota, belum ada garansi resmi di Indonesia, dan bobot 36 kg tetap berat untuk didorong naik-turun trotoar.
Kesimpulannya, Augment 360 adalah bukti bahwa inovasi desain masih bisa hadir di industri skuter listrik. Namun, untuk pembaca yang ingin langsung memakainya di jalanan Jakarta atau Surabaya, produk ini masih jauh dari jangkauan. Sampai ada kejelasan harga resmi dan dukungan purna jual di Indonesia, sebaiknya tunggu atau cari alternatif lain yang sudah terbukti di pasar lokal.