PTPN Group dan InJourney Garap Desa Wisata di Lampung Selatan, 810 Bibit Kelapa Ditanam untuk Warga

Relawan Bakti BUMN menanam 810 bibit kelapa di kawasan pesisir Desa Bulok, Lampung Selatan, sebagai bagian dari pengembangan desa wisata berkelanjutan.
Penulis: Yasir
Jumat, 21 Agustus 2026 | 11:30:31 WIB

Desa Bulok di Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, akan menjadi salah satu dari 11 titik lokasi program Relawan Bakti BUMN tahun 2026. Selama empat hari, para relawan dari holding perkebunan dan holding pariwisata pelat merah akan bekerja bersama warga mengembangkan desa wisata yang berkelanjutan.

Sinergi ini melibatkan PTPN III (Persero) selaku holding, PTPN I sebagai subholding, serta PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney bersama anak usahanya, PT Angkasa Pura Indonesia dan ITDC. Fokus utamanya adalah menjadikan Desa Bulok sebagai destinasi wisata yang mandiri secara ekonomi dan lestari lingkungannya.

Potensi Pantai Teluk Nipah dan Tantangan yang Dihadapi Warga

Pemilihan Desa Bulok bukan tanpa alasan. Kawasan Pantai Teluk Nipah dinilai memiliki daya tarik alam yang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi berbasis masyarakat. Namun, desa ini masih menghadapi persoalan klasik: pengelolaan sampah, kapasitas UMKM yang terbatas, layanan pariwisata yang belum optimal, serta akses pendidikan yang perlu ditingkatkan.

Direktur Utama PTPN III, Denaldy Mulino Mauna, menegaskan bahwa kolaborasi ini dirancang untuk memberi dampak jangka panjang, bukan sekadar seremonial. "Relawan Bakti BUMN 2026 merupakan wujud sinergi dan kolaborasi BUMN untuk hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat. PTPN Group bersama InJourney Group ingin memastikan bahwa kolaborasi ini tidak berhenti pada kegiatan selama beberapa hari, tetapi menjadi awal dari kemitraan yang berkelanjutan," ujarnya.

Empat Hari, Tiga Klaster, 12 Kegiatan untuk Warga

Rangkaian kegiatan terbagi dalam tiga klaster besar. Pertama, kelestarian lingkungan dan infrastruktur, meliputi pembersihan pantai, pembuatan tempat sampah, perbaikan rumah ibadah, dan penanaman 810 bibit kelapa di area pesisir.

Kedua, pemberdayaan ekonomi. Para pelaku UMKM dan pengelola guest house akan mendapat pelatihan digitalisasi, pengelolaan media sosial, penyusunan laporan keuangan usaha, hingga standar pelayanan tamu. Materi workshop ini disiapkan oleh Sarinah Pandu, anak usaha InJourney yang bergerak di bidang pengembangan kapasitas.

Klaster ketiga menyentuh sektor sosial, kesehatan, dan pendidikan. Relawan akan mengajar di sekolah, mendukung layanan Posyandu, mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis, dan meramaikan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di desa tersebut.

Pariwisata yang Menempatkan Warga sebagai Pelaku Utama

Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, menekankan bahwa pembangunan pariwisata tidak akan berkelanjutan jika masyarakat hanya menjadi penonton. "Bagi InJourney, Relawan Bakti BUMN bukan sekadar kegiatan kerelawanan, tetapi juga menjadi ruang bagi insan BUMN untuk belajar, berbagi, dan tumbuh bersama masyarakat. Kami percaya bahwa pembangunan pariwisata yang berkelanjutan harus menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari prosesnya," kata Herdy.

Ia menambahkan, pemberdayaan tidak cukup lewat bantuan materi. "Pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya melalui bantuan, tetapi juga dengan membangun kapasitas agar mereka mampu tumbuh secara mandiri. Melalui materi workshop mengenai pengelolaan keuangan, digitalisasi, dan pemanfaatan media sosial, kami berharap para pelaku UMKM dapat semakin adaptif dan profesional," pungkasnya.

Dukungan Pemda dan Awal Kemitraan Jangka Panjang

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan turut mendukung penuh pelaksanaan program ini. Sinergi antara pemerintah daerah dan BUMN diharapkan mampu mempercepat pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat posisi Desa Bulok sebagai desa wisata berkelanjutan di provinsi tersebut.

Denaldy berharap momen HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan diwujudkan lewat aksi nyata dan gotong royong. "Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari dampak yang terus tumbuh setelah program selesai," katanya. Program akan resmi dimulai pada Minggu, 16 Agustus 2026.

Reporter: Yasir