Pelindo TPK Pantoloan Beberkan Penerapan K3 ke Mahasiswa Untad Palu
LINEPERISTIWA.COM — Pelindo Terminal Petikemas Pantoloan menerima kunjungan akademik mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Palu pada Kamis (29/10/2026) untuk mempelajari penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan pelabuhan. Kunjungan ini menyoroti bagaimana standar keselamatan kerja di terminal petikemas menyatu dengan pengelolaan mutu layanan dan tanggung jawab lingkungan. Bagi mahasiswa, ajang ini menjadi jembatan antara teori kesehatan masyarakat dan praktik operasional di lapangan.
Paragraf pembuka: Aktivitas pelabuhan yang padat menuntut prosedur keselamatan yang tidak bisa ditawar. Terminal Head Pelindo TPK Pantoloan, Chaerur Rijal, menerima langsung rombongan mahasiswa di ruang rapat PPID lantai 1 kantor setempat, didampingi Manager Operasi Fakhrunur serta Manager HSSE, Hubungan Pelanggan dan Rupa-rupa Usaha, Eddy Sujarwoko. Para peserta datang dengan latar keilmuan beragam, mulai dari gizi, epidemiologi, hingga manajemen rumah sakit, dan membawa instrumen observasi masing-masing.
Sistem Manajemen Berbasis Standar Internasional
Dalam sesi pemaparan, jajaran Pelindo membeberkan profil perusahaan, struktur organisasi, hingga proses bisnis kepelabuhanan. Perhatian utama mahasiswa tertuju pada sistem manajemen yang menopang mutu layanan sekaligus keselamatan kerja.
Chaerur menjelaskan bahwa perusahaan menerapkan tiga standar ISO sekaligus: ISO 9001 untuk manajemen mutu, ISO 14001 untuk manajemen lingkungan, dan ISO 45001 untuk keselamatan dan kesehatan kerja. Ketiganya menjadi fondasi menjaga konsistensi proses kerja dan mengendalikan risiko operasional.
"Sistem tersebut menjadi bagian dari upaya Pelindo Terminal Petikemas menjaga konsistensi proses kerja, mengendalikan risiko, dan meningkatkan kualitas pelayanan yang sesuai dengan proses bisnis Perusahaan," ucap Chaerur Rijal.
Pengendalian mutu juga terkait erat dengan penerapan Service Level Agreement (SLA) dan Service Level Guarantee (SLG). Keduanya mencakup pengukuran waktu pelayanan bongkar muat kapal petikemas, indikator yang menentukan seberapa cepat dan aman barang bergerak di terminal.
Risiko Operasional dan Perlindungan Pekerja
Bongkar muat, pergerakan alat berat, lalu lintas kendaraan, dan interaksi antarpelaku operasional menjadi sumber risiko yang harus dikendalikan setiap hari. Karena itu, prosedur kerja terstandar, disiplin keselamatan, dan koordinasi berkelanjutan menjadi syarat mutlak.
Diskusi turut membahas penggunaan alat pelindung diri (APD) serta langkah pencegahan penyakit akibat kerja (PAK). Bagi mahasiswa dengan latar epidemiologi dan gizi, topik ini relevan langsung dengan kajian kesehatan masyarakat di tempat kerja.
Greenport dan Eco Workplace Jaga Kesehatan Lingkungan
Aspek lingkungan mendapat porsi tersendiri dalam pemaparan. Pelindo menjalankan program Greenport berupa penghijauan dan pembibitan tanaman di area pelabuhan, serta Eco Workplace yang diarahkan pada kenyamanan dan standar lingkungan ruang kerja.
Pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) serta sampah dilakukan secara terstruktur untuk mencegah pencemaran di kawasan pelabuhan. Perusahaan juga mendorong efisiensi energi lewat elektrifikasi alat berat dan kendaraan operasional, langkah yang sekaligus menekan emisi gas rumah kaca.
Dari paparan itu, mahasiswa mendapat gambaran bahwa kesehatan kerja bukan sekadar perlindungan individu dari kecelakaan. Kondisi lingkungan kerja, pengelolaan sumber daya, dan keberlanjutan operasional sama-sama menentukan.
Observasi Langsung di Area Operasional
Usai diskusi, rombongan berpindah ke lapangan. Mahasiswa melakukan pengamatan bergantian di ruangan Planning & Control serta area operasional pelabuhan, memakai lembar observasi dan instrumen penyelidikan yang sudah disiapkan.
Di lapangan, mereka didampingi Salsabila, Ainun Amalia Amiruddin, Muh. Zaidan, serta Oatman Likenono, peserta magang hub khusus Kementerian Tenaga Kerja RI dari kalangan fresh graduate. Pendampingan ini memberi penjelasan langsung soal praktik K3 yang berjalan sehari-hari.
Penutup: Kolaborasi akademik dan industri semacam ini memberi mahasiswa pascasarjana pengalaman melihat penerapan teori di medan kerja sesungguhnya. Bagi Pelindo TPK Pantoloan, keterbukaan terhadap kunjungan pendidikan sekaligus menjadi cara memperlihatkan bahwa standar keselamatan, mutu layanan, dan pengelolaan lingkungan berjalan dalam satu tarikan napas operasional pelabuhan.